Bantul
Bupati Suharsono Bantu Pengobatan Heri Supriyanto, Warga Bantul yang Hidup Tanpa Sinar Matahari
Suharsono banyak mendengarkan cerita yang disampaikan Istri Heri, Isah Yulianti. Ia mengaku sangat prihatin atas musibah yang dialami warganya itu.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
"Saya sudah pinjam ke bank, pinjam saudara, sudah jual motor, jual pohon jati, dan menyewakan lahan," kata Yuli. Sampai saat ini Heri masih harus kontrol setiap Senin di RSUP Sardjito.
• Alami Saraf Mata dan Saraf Telinga yang Menyatu, Warga Bantul Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari
Soal biaya operasi yang mencapai puluhan juta rupiah itu, Yulianti mengaku akan bermusyawarah dengan pihak keluarga.
Suharsono kemudian mengatakan, dirinya kira-kira bisa dianggap sebagai bagian dari keluarga.
"Kalau (uangnya) sudah terkumpul berapa nantinya saya minta Pak Camat laporan. Nanti saya tambahi. Dari pribadi saya bukan dari kantor," ungkap Suharsono.
Diketahui, sakit yang diderita Heri Supriyanto itu akibat kecelakaan yang terjadi di Jalan Samas, tepatnya di depan Koramil Bambanglipuro pada 7 September 2019.
Kala itu, Motor yang dikendarai Heri berbenturan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.
Ia terbanting ke kiri dan jatuh.
Heri sempat dilarikan ke rumah sakit Santa Elisabeth Ganjuran.
Namun kondisinya parah.
Ia kemudian dipindahkan ke RSUP dr Sardjito kota Yogyakarta.
Saat itu dokter mendiagnosa Heri mengalami gagal otak ringan, retak tulang pada bahu dan jari.
Kemudian ketika ia di-CT scan ternyata ada pula rembesan darah dibagian otak.
Ia menjalani perawatan medis selama 20 hari kemudian dibawa pulang.
Sampai dirumah, sering kambuh, Heri kemudian dibawa keluarga ke rumah sakit PKU Bantul.
Menjalani rawat inap selama 10 hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-bantul-suharsono-memberikan-santunan-kepada-heri-supriyanto-warga-miskin-di-bantul.jpg)