Penataan Fasad Kawasan Malioboro Akan Dimulai dari Kampung Ketandan

Upaya penataan fasad ini belum bisa berlanjut ke tahap fisik, karena proses DED harus lebih dulu diselesaikan

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
kaskus.id/images
Sepanjang Jalan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wacana pengembalian fasad, atau bentuk asli kawasan Malioboro, terus diupayakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Sampai sejauh ini, proses penataan tersebut, sudan memasuki detail engineering design (DED) di 40 bangunan. 

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, berujar dari total 180 penggal, 40 di antaranya sudah terselesaikan DED-nya.

Namun, upaya penataan fasad ini belum bisa berlanjut ke tahap fisik, karena proses DED harus lebih dulu diselesaikan pihaknya.

Jumlah tersebut, terdiri dari 10 bangunan yang sudah diselesaikan DED pada tahun 2018, dengan anggaran sebesar Rp2,3 miliar.

Kemudian, 30 bangunan yang telah dirampungkan pada tahun 2019 lalu, dengan gelontoran dana mencapai Rp6,3 miliar. 

Deretan bangunan itu, berlokasi di sebelah utara Pasar Beringharjo sisi timur, sampai Gereja Margo Mulyon sisi barat Malioboro.

Pada 2020 ini, Aris pun menargetkan penyelesaian DED di atas 20 penggal. Akan tetapi, kebutuhan anggaran belum diketahui pasti.

"Tahun ini bisa berapa titik lah, paling tidak lebih dari 20 penggal. Kalau fasadnya (secara fisik) belum. Tapi, Semoga saja kami bisa memulainya dulu di Kampung Ketandan, bukan di Malioboro," katanya.

Menurutnya, penataan fasad Kampung Ketandan akan menyasar rumah-rumah di yang berada di gang-gang kawasan tersebut.

Sejauh ini, proses pengerjaan DED sudah memasuki proses lelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan dana Rp300 juta. 

Pihaknya pun akan menjalin komunikasi dengan para pemilik bangunan, untuk proses penyelesaian DED ini.

Sebab, rencana proses penataan dan pembangunan tahap awal tersebut, hendak menggunakan skema hibah sehingga penerimanya harus jelas. 

"Karena hibah itu kan butuh penerima. Penerimanya harus siap. Misalnya, kalau di Malioboro, bagaimana nanti dengan paguyubannya, apakah sudah benar-brnar siap, atau belum," terangnya.

"Kalau untuk di Ketandan kita lihat nanti apakah sudah siap di lapangan, terkait dengan paguyuban yang akan menerima itu ya, akan didiskusikan dulu lah, di tahun 2020 ini," tambah Aris. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved