Bisnis
Imlek Jadi Momen Budaya Bersama
Menurut Owner PT Muncul Group, Soekeno, imlek bukan merupakan acara keagamaan tapi sebuah acara budaya yang dapat mempersatukan masyarakat.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perayaan tahun baru Imlek 2571 menjadi momen kebudayaan bagi seluruh masyarakat.
Hal tersebut dikatakan oleh Owner PT Muncul Group, Soekeno.
Menurutnya, Imlek bukan merupakan acara keagamaan tapi sebuah acara budaya yang dapat mempersatukan masyarakat.
"Imlek jadi perayaan bersama, tidak hanya orang Tionghoa saja. Satu negara akan maju kalau budayanya maju, budayanya improve," ujar Soekeno ditemui seusai pembukaan Sleman Imlek Festival, Minggu (26/1/2020) sore di Sleman City Hall.
• Mengenal Tradisi Bagi-bagi Angpao saat Perayaan Imlek
Menurutnya, momen ini menjadi tanda majunya sebuah kebudayaan dan sebuah negara.
Suatu negara tidak akan maju jika budayanya tidak maju.
"Kebudayaan nggak maju, negara juga nggak akan maju, stuck. Juga sembari memberikan suasana yang berbeda, pengharapan, optimisme," ungkapnya.
Lanjutnya, layaknya Idulfitri, Imlek juga menjadi ajang berkumpul dan silaturahmi.
• 5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi
"Bagi kami, Imlek ini jadi satu kesempatan silaturahim, hampir sama seperti lebaran. Dalam acara ini kita kumpu-kumpul, ada optimisme di dalamnya," tuturnya.
Dalam acara Sleman Imlek Festival, Soekeno berharap festival ini dapat berlangsung rutin seperti Pekan Budaya Tionghoa di Kota Yogyakarta.
Slemam Imlek Festival menurutnya bisa menjadi agenda tahunan rutin.
"Harapannya lebih meriah lagi. Tidak hanya budaya Tionghoa saja tapi juga akulturasi semua budaya, memberikan warna. Seperti kalau di kota Pekan Budaya Tionghoa. Kalau bisa ini juga jadi agenda," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/imlek-jadi-momen-budaya-bersama.jpg)