Bantul
Pengobatan Warga Bantul yang Terpaksa Hidup Tanpa Sinar Matahari Ini Tak Bisa Dicover Jamkesda
Ketika dipaksa disalurkan justru dari sisi pemeriksaan, dikhawatirkan akan bermasalah. Menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
Semua itu karena cahaya sinar matahari membuat matanya perih.
Bahkan sampai mengeluarkan cairan bening terus menerus.
Telinganya juga berdengung-dengung.
Ditambah lagi, pada bagian atas kelopak matanya nyeri.
"Rasanya itu sakit, perih, pedes sekali," kata Heri, seraya memegang kepala, saat ditemui dalam kamarnya pada Sabtu (18/1/2020)
Heri menderita sakit itu akibat kecelakaan sepeda motor yang dialaminya di Jalan Samas Bantul pada 7 September 2019 silam.
Upaya pengobatan dengan bantuan BPJS Kesehatan telah dilakukan oleh Keluarga.
Tetapi belum membuahkan hasil.
Heri diduga menderita saraf mata dan telinga yang menyatu sehingga harus menjalani operasi.
Nahasnya, biaya operasi itu tidak murah.
Sedikitnya membutuhkan uang Rp 60 juta.
Sang Istri, Yulianti, mengatakan biaya operasi puluhan juta itu tidak bisa dicover BPJS.
Pihak keluarga menurutnya sudah tidak memiliki apa-apa.
Ia mengaku sudah berusaha dengan menjual sepeda motor, mengutang di Bank hingga menjual pohon Jati mertua namun belum cukup.
Saat ini hanya bisa pasrah.
Doa terbaik selalu dipanjatkan.
Semoga suaminya itu bisa kembali sehat.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/heri-supriyanto-warga-sirat-rt-02-desa-sidomulyo-bambanglipuro-bantul.jpg)