Yogyakarta

MTCC Apresiasi Malioboro Jadi KTR

Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) mengapresiasi langkah Pemkot Yogyakarta yang bakal menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di area Malioboro p

MTCC Apresiasi Malioboro Jadi KTR
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Suasana pertemuan Pusat Studi Pengendalian Tembakau Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) beserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Jum’at (24/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) mengapresiasi langkah Pemkot Yogyakarta yang bakal menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di area Malioboro pada Maret mendatang.

Direktur MTCC UMY, Dianita Sugiyo mengatakan, pihaknya bakal mengawal upaya itu dengan lewat pendampingan dan juga koordinasi kepada Pemkot Yogyakarta.

Upaya itu dinilai dia juga sebagai langkah dalam menghargai hak-hak para perokok, terkhusus pada kawasan wisata serta tempat umum yang ramai pengunjung.

BREAKING NEWS: PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Ini Penjelasannya

"Kita bekerjasama juga dengan PTM juga PDM/A untuk melakukan monitoring. Harapan kita kebijakan seperti ini bisa kian diperluas," kata dia dalam pertemuan Pertemuan Pusat Studi Pengendalian Tembakau Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) beserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Daerah Istimewa Yogakarta (DIY) dan Jawa Tengah, Jum’at (24/1/2020).

Dijelaskan, rencana Pemkot untuk membuat Malioboro sebagai KTR merupakan langkah yang tepat.

Sebagai area wisata, Malioboro senantiasa ramai dan dikunjungi oleh banyak orang.

Dengan menerapkan aturan itu, Pemkot dinilai mampu melindungi para pengunjung serta mengedepankan perlindungan publik.

"Malioboro ini kan juga sebagai ikon Yogyakarta dan dikenal oleh banyak orang, disana juga menjadi tempat untuk berkumpulnya keluarga, anak-anak ataupun ibu hamil. Saya kira ini merupakan upaya tepat," imbuh dia.

Kandungan Kimia dalam Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Tubuh

Di sisi lain, Dian menyampaikan juga menyampaikan bahwa terdapat kenaikan angka pada perokok pemula.

Dari laporan yang dikeluarkan pihaknya pada 2017 tercatat perokok pemula sebanyak 7.4% kemudian di tahun 2019 naik ke angka 9.1% pada rentang usia sampai 18 tahun.

“Ternyata semakin banyak anak-anak usia pemula yang mulai merokok, apalagi sekarang ada vape mereka mencoba itu jadi aksesnya itu semakin besar untuk mencoba dan masuk kecanduan nikotin,” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved