Wabah Virus Corona
Kenali Bedanya SARS dan Virus Corona Wuhan serta Siapa yang Paling Berisiko Terkena Coronavirus
Virus corona jenis baru atau pneumonia Wuhan awalnya dianggap sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Virus corona seperti 2019-nCoV sangat berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak kecil dan orang lanjut usia (lansia). Karena jenisnya yang masih baru, hingga saat ini tidak ada vaksin untuk melindungi orang tertular virus corona.
Virus corona juga dapat menular ke hewan peliharaan. Hal ini dapat menimbulkan penyakit hingga kematian.
Sumber wabah virus Wuhan diidentifikasi di pasar ikan dan hewan yang menjual anjing hingga luwak. Pemerintah China pun telah menutup pasar tersebut sejak 1 Januari 2020.
Update kasus virus Corona
Melansir Aljazeera, Jumat (24/1/2020), Pemerintah China mengungkapkan, virus corona jenis baru ini telah menyebabkan 25 orang tewas.
Namun, sejak dipastikan infeksi virus corona dapat ditularkan melalui manusia, jumlah warga yang terinfeksi virus bermahkota ini terus bertambah. Laporan terbaru mencapai 844 kasus positif terinfeksi virus corona.
Presiden China Xi Jinping memerintahkan upaya tegas untuk mengekang penyebaran virus corona yang berawal dari pasar di kota Wuhan itu. Lima kota di pusat wabah virus corona saat ini dikarantina.
Selain China, virus corona ini juga telah menyebar ke beberapa negara, seperti Makau, Singapura, Thailand, Jepang, AS, Australia, Singapura, Filipina, Korea Selatan, dan Vietnam.
• Ciri-ciri Demam Flu yang Disebabkan oleh Virus Corona atau Coronavirus
• Penularan Virus Corona ke Manusia Diduga karena Mengkonsumsi Daging Hewan di Pasar Ini
Selain itu, ada satu kasus yang diduga virus corona di Indonesia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu mengatakan, ada satu pasien terduga tertular virus corona jenis baru. Pasien berinisial R (35) ini memiliki riwayat perjalanan dari China dan dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta.
"Keadaannya baik. (Pasien) Ini terduga. Setelah hasil laboratorium menunjukkan positif, baru disebut ada penularan. Ini suspect (dicurigai) sehingga diawasi intensif," ujarnya di Jakarta, Kamis (23/1/2020), seperti dikutip Kompas.id.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Siswanto mengatakan, pemeriksaan laboratorium pada kultur dahak pasien dicocokkan dengan genom virus corona baru (2019-nCoV) di portal Global Initiative on Sharing All Influenza Data. Hasilnya keluar setelah dua hari.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/coronavirus-di-wuhan.jpg)