Wabah Virus Corona

Kenali Bedanya SARS dan Virus Corona Wuhan serta Siapa yang Paling Berisiko Terkena Coronavirus

Virus corona jenis baru atau pneumonia Wuhan awalnya dianggap sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Sky News
Coronavirus di Wuhan 

Kenali Bedanya SARS dan Virus Corona Wuhan serta Siapa yang Paling Berisiko Terkena Coronavirus

TRIBUNJOGJA.COM -Wabah coronavirus dari Wuhan kini telah menyebar ke beberapa negara. Penyebaran virus corona jenis baru meluas hingga memasuki kawasan Asia Tenggara, termasuk Singapura setelah Thailand.

Bahkan di Jakarta ditemukan satu pasien suspect virus Corona.

Dilansir KompasTV dari Boldsky (22/1/2020), virus corona itu jenis penyakit zoonosis, infeksinya akan menyebar dari hewan ke manusia.

Selain itu, virus ini bisa menyebar lewat cairan yang terinfeksi dan bisa menular juga melalui batuk atau bersin.

Coronavirus juga bisa menyebar di udara.

Virus corona jenis baru atau pneumonia Wuhan awalnya dianggap sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Namun, apa perbedaan Virus yang secara resmi disebut 2019-nCoV dengan SARS itu?

virus corona
virus corona (bbc.co.uk)

Apa itu SARS?

SARS coronavirus (SARS-CoV) diidentifikasi pertama kali pada 2003. Dilansir WHO, SARS kemungkinan besar berasal dari hewan kelelawar yang menyebar ke hewan lain, seperti luwak.

Selain hewan, SARS juga dapat menular ke manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi menyerang manusia pada 2002, tepatnya warga yang tinggal di Provinsi Guangdong, China.

Epidemi SARS memengaruhi 26 negara dan terdapat lebih dari 8.000 kasus pada 2003. 

Sejak itu, sejumlah kecil kasus muncul akibat dari kecelakaan di laboratorium dan juga melalui penularan dari hewan ke manusia. Transmisi SARS-CoV terutama dari manusia ke manusia muncul dalam minggu kedua munculnya wabah.

Ini sesuai dengan puncak ekskresi virus dalam sekresi pernapasan dan tinja, dan ketika kasus dengan penyakit parah mulai memburuk secara klinis.

Sebagian besar kasus penularan dari manusia ke manusia terjadi dalam pengaturan perawatan kesehatan, tanpa adanya tindakan pencegahan pengendalian infeksi yang memadai.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved