Yogyakarta

Belasan Gajah Hadir di UGM dalam Pameran Tunggal Lukisan Balungan Gajah

Awal tahun 2020 merupakan momen istimewa bagi perupa Yosi Chatam. Pameran tunggal perdananya bertajuk Balungan Gajah mulai malam ini digelar di Kopi L

Belasan Gajah Hadir di UGM dalam Pameran Tunggal Lukisan Balungan Gajah
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Yosi menunjukkan lukisan lukisan karyanya dalam pameran tunggal perdananya bertajuk Balungan Gajah yang digelar mulai tanggal 23 hingga 27 Januari 2020 di Kopi Lembah kawasan wisdom park UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Awal tahun 2020 merupakan momen istimewa bagi perupa Yosi Chatam. Pameran tunggal perdananya bertajuk Balungan Gajah mulai malam ini digelar di Kopi Lembah kawasan Wisdom Park UGM, Kamis (23/1/2020).

Sebanyak 18 buah lukisan yang dikerjakan selama satu tahun ini di pajang di pameran yang rencananya berlangsung hingga tanggal 27 Januari mendatang.

Ditemui di sela sela pembukaan pameran, perupa berkacamata ini menuturkan, pameran bertajuk Balungan Gajah ini menyajikan lukisan yang memiliki satu alur cerita yang bersambung dari lukisan pertama hingga lukisan terakhir.

Di mulai dari lukisan berjudul Gajah Keraton berukuran 100 x 150 cm hingga lukisan berjudul Wayangan berukuran 80 x 120 cm dengan media acrylic on canvas, menceritakan perjalanan sebuah kehidupan dari lahir hingga perayaan keberhasilan menjalani proses kehidupan itu sendiri.

Lukisan Berburu Berumur 44.000 Tahun Ditemukan di Dinding Gua Leang Bulu Maros

"Gajah saya pilih menjadi ikon dalam semua lukisan saya kali ini karena gajah merupakan salah satu simbolisasi kekuatan, perjalanan sebuah kehidupan dan memiliki makna filosofi mendalam tentang mempelajari ilmu pengetahuan," ungkap Yosi.

Semua lukisan dalam pameran tunggal Yosi ini memang menampilkan sosok gajah dengan beragam aktivitas.

Di antaranya dalam lukisan berjudul Ngayahi Jejibahan I nampak sosok makhluk berbadan manusia dengan kepala seekor gajah tengah mengendarai sepeda motor dengan membawa sebuah keranjang di belakangnya.

Lain halnya di lukisan berjudul Ngudi Ilmu yang menampilkan sosok manusia bekepala gajah di antara kerumunan orang berjalan menuju sebuah bangunan yang diidentik dengan bangunan kawasan Balairung UGM.

Yosi menjelaskan, untuk lukisan Ngayahi Jejibahan I,ia menyampaikan pesan bahwa dalam proses kehidupan, seseorang dihadapkan pada upaya mencari sandang pangan dan papan dengan bekerja.

Menelusuri Situs Semedo, Tempat Ditemukannya Fosil Gajah Purba Berusia 1,2 Juta Tahun

Sementara dalam lukisan Ngudi Ilmu, Yosi memperlihatkan bagaimana dalam menjalani kehidupan ini seseorang idealnya mencari ilmu pengetahuan sehingga memiliki bekal yang cukup untuk menjadikan hidupnya lebih berarti.

"Dalam sebuah kehidupan ini seseorang mengalami proses tumbuh, belajar, berusaha hingga memetik hasil yang manis. Ada sebagian yang sudah memiliki balungan gajah atau modal dilahirkan dari keturunan terhormat, finansial kuat, di satu sisi ada yang harus berjuang dari bawah, inilah kehidupan, meski dari balungan gajah teta harus berproses," terang Yosi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yudha Kristiawan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved