Lukisan Berburu Berumur 44.000 Tahun Ditemukan di Dinding Gua Leang Bulu' Maros

Peneliti menemukan gambar figuratif perburuan tertua di Situs Leang Bulu' Sipong 4 yang merupakan satu dari ratusan gua di wilayah karst Maros-Pangkep

Tayang:
Editor: iwanoganapriansyah
IST/Retno Sardi-Kim Newman
Pintu masuk gua yang berada di 7.5 meter di atas dasar gua dan lukisan gua yang terdapat di Situs Gua Leang Bulu’ Sipong 4 kawasan karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan 

TRIBUNJOGJA.COM - Peneliti menemukan gambar figuratif perburuan tertua di Situs Leang Bulu' Sipong 4 yang merupakan satu dari ratusan gua di wilayah karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Menurut tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balitbang, Kemendikbud, dan Griffith University, lukisan yang ditemukan di gua Maros-Pangkep tersebut, menggambarkan adegan sekelompok figur setengah manusia dan setengah hewan (therianthropes) yang sedang berburu hewan mamalia besar dengan tombak maupun tali.

Pasangan Ini Tak Pernah Berhubungan Intim selama 11 Tahun Menikah, Ini Penyebabnya!

Lukisan tersebut diperkirakan berasal dari 44 ribu tahun lalu--membuatnya menjadi yang tertua di dunia.

Hal ini diketahui dari hasil pengukuran peluruhan radio aktif dari uranium dan elemen lainnya dari pembentukan mineral yang terjadi di Leang Bulu’ Sipong 4 yang diperkirakan berusia antara 35.100 sampai 43.900 tahun yang lalu.

Lokasi Situs Leang Bulu’ Sipong 4 di kawasan Karst Maros Pangkep, Sulawesi Selatan.
Lokasi Situs Leang Bulu’ Sipong 4 di kawasan Karst Maros Pangkep, Sulawesi Selatan. (IST/Kim Newman)

Maxime Aubert, peneliti dari Place, Evolution and Rock Art Heritage Unit (PERAHU) dan The Australian Research Centre for Human Evolution (ARCHE) Griffith University, yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan bahwa penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa leluhur manusia memiliki kemampuan bercerita sejak puluhan ribu tahun lalu.

"Ini merupakan cerita perburuan tertua di dunia. Di Eropa juga pernah ditemukan lukisan serupa, tapi berasal dari 20 ribu tahun lalu. Di Nusantara, usianya lebih dari 40 ribu tahun, jadi ini dua kali lipatnya," ungkapnya.

Penemuan ini menegaskan bahwa komponen utama dari budaya artistik yang sangat maju telah hadir di Sulawesi sekitar 44 ribu tahun yang lalu, termasuk seni figuratif, adegan kejadian, dan therianthropes.

Panel di Leang Bulu’ Sipong 4 yang berasal dari masa akhir Pleistosen. Lukisan yang menggambarkan adegan perburuan ini ditemukan tahun 2017
Panel di Leang Bulu’ Sipong 4 yang berasal dari masa akhir Pleistosen. Lukisan yang menggambarkan adegan perburuan ini ditemukan tahun 2017 (IST)

Lebih lanjut, penggambaran figur pemburu dalam bentuk therianthropes merupakan bukti tertua bagi kemampuan manusia untuk mengimajinasikan keberadaan supernatural yang merupakan titik permulaan pengalaman terhadap kepercayaan rohani.

“Lukisan therianthropes di Goa Leang Bulu’ Sipong 4 merepresentasikan bukti tertua tentang kapasitas otak manusia untuk memahami hal-hal yang berada di luar nalar sebagai bentuk konsep dasar keberadaan agama modern,” ungkap Associate Professor Adam Brumm dari ARCHE.

Therianthropes digambarkan sedang menangkap enam mamalia yang melarikan diri, dua ekor babi rusa dan empat anoa. Hebatnya, beberapa tokoh menangkap hewan berbahaya ini dengan tali panjang.

Lukisan di dinding gua di kawasan karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan
Lukisan di dinding gua di kawasan karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan (IST via theconversation)

Hal ini merupakan pertama kalinya lukisan gua yang digambarkan secara mendetail secara narasi visual yang berasal dari awal masa seni cadas di seluruh dunia. Padahal selama ini diketahui bahwa seni cadas pertama ditemukan di Eropa yang menggambarkan simbol abstrak.

“Pemburu yang digambarkan pada dinding Gua Leang Bulu’ Sipong 4 adalah sosok sederhana dengan tubuh seperti manusia dengan kepala atau bagian tubuh lainnya berasal dari burung, reptil, dan spesies endemik Sulawesi lainnya,” papar Adhi Agus Oktaviana.

Adhi adalah peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang juga mempelajari seni cadas lainnya di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Raja Ampat, dan Misool.

Lukisan di dinding gua kawasan karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan
Lukisan di dinding gua kawasan karst Maros-Pangkep Sulawesi Selatan (IST)

Therianthropes sendiri sering ada di dalam cerita rakyat atau cerita fiksi pada masyarakat modern di semua tempat dan digambarkan sebagai Tuhan, roh, maupun perwujudan leluhur di semua agama di dunia.

Sulawesi saat ini menjadi rumah bagi penggambaraan tertua tentang therianthropes, dan lebih tua dari manusia singa yang ditemukan di Jerman pada sekitar 40 ribu tahun silam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved