Pendidikan

Program Studi yang 80 Persen Mahasiswa Tidak Terserap Dunia Industri Akan Ditutup

Arah kebijakan Dirjen Dikti Kemendikbud ke depan yakni peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran.

Program Studi yang 80 Persen Mahasiswa Tidak Terserap Dunia Industri Akan Ditutup
istimewa
Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Aris Junaidi dalam Studium Generale di Auditorium UNY, Senin (20/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Plt Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Aris Junaidi mengatakan arah kebijakan Dirjen Dikti Kemendikbud ke depan yakni peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran.

Selain itu juga peningkatan pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan pengelolaan dan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan, penjaminan mutu pendidikan dan peningkatan tata kelola pendidikan.

Ia mengungkapkan lima program prioritas yang akan menjadi acuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 – 2024 yakni program prioritas pada peningkatan daya tampung melalui kebijakan afirmasi berupa penyediaan bantuan pendidikan.

Daftar 10 Universitas yang Menerima Peserta Terbanyak dari Jalur SNMPTN

Penyelenggaraan model pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan teknologi untuk merespon revolusi industri 4.0.

Penyediaan dosen yang berkualitas dan merata. Penguatan kapasitas dan akselerasi akreditasi dan penyederhanaan jumlah dan penggabungan perguruan tinggi.

Aris Junaidi menuturkan perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A diberi otonomi yang seluas-luasnya.

“Boleh membuka dan menutup prodi sesuai kebutuhan," paparnya dalam Studium Generale di Auditorium UNY, Senin (20/1/2020).

Bahkan menurutnya, lama akreditasi juga dapat diperpanjang hingga 10 tahun.

Program studi yang 80 persen tidak terserap oleh dunia industri akan ditutup.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Hal tersebut akan disosialisasikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim dalam waktu dekat.

Ia juga mendorong agar semangat merdeka dalam belajar dapat masuk dalam pembelajaran di perguruan tinggi.

Prodi yang dipelajari menjadi starting point, dapat mengambil mata kuliah prodi lain di luar fakultas atau di kampus lain.

Sementara pembelajaran di kelas bersifat diskusi,problem solving, dan higher order thinking.

"Dosen hanya sebagai penggerak dan memfasilitasi pembelajaran mahasiswanya secara independen," tuturnya.

Dengan demikian prioritas utama di perguruan tinggi dan Kementerian dalam lima tahun ke depan adalah penciptaan SDM unggul pemimpin masa depan dengan proses utama pembinaan, pembelajaran dan pencetakan karakter mahasiswa perguruan tinggi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved