TPST Piyungan Overload, Pengelolaan Sampah Mandiri Didorong Jadi Solusi

Polemik yang terjadi di TPST Piyungan hingga sekarang tak kunjung selesai, sehingga harus dicari solusi pastinya.

TPST Piyungan Overload, Pengelolaan Sampah Mandiri Didorong Jadi Solusi
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, saat mengunjungi TPS Mandiri yang dikelola KSM Ngudi Raharjo, di Ngempak, Sleman, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - TPST Piyungan sudah mengalami kelebihan beban, atau overload sejak beberapa tahun terakhir.

Kalangan legislatif pun menilai, pengelolaan sampah berbasis masyarakat bisa dijadikan solusi, atas permasalahan nan pelik tersebut.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu menggelar kunjungan ke sebuah TPS yang dikelola Kelompok Sampah Mandiri (KSM) 'Ngudi Raharjo' di Ngemplak, Sleman.

Dirinya mengakui, TPS itu layak menjadi contoh.

Bukan tanpa sebab, menurutnya, polemik yang terjadi di TPST Piyungan hingga sekarang tak kunjung selesai, sehingga harus dicari solusi pastinya.

Yakni, dengan mendorong masyarakat, untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah secara mandiri. 

"Jadi, masyarakat di tingkat desa atau kelurahan, bisa didorong ke arah sana. Dengan begitu, tugas Pemda DIY pun semakin ringan," katanya.

Ia menjelaskan, untuk mengembangkan pengelolaan sampah mandiri, sebenarnya tak dibutuhkan anggaran yang relatif besar.

Menurutnya, hanya dengan kisaran Rp300 juta, dapat diwujudkan sebuah TPS yang bisa mencakup seluruh desa, atau kelurahan.

"Satu TPS yang dikelola mandiri ini sanggup melayani sekitar 500-1.000 penduduk. Saya rasa TPS ini sangat solutif untuk menyelesaikan permasalahan sampah, serta mengurangi beban TPST," ucapnya.

Terlebih, TPS Ngudi Raharjo yang ia kunjungi tersebut menerapkan sistem daur ulang sampah.

Dalam artian, sampah tak dimusnahkan, tapi diolah kembali menjadi barang layak guna dan dijual.

Sementara sisanya baru dilimpahkan menuju TPST Piyungan.

"Ya, dari sini yang dibuang ke Piyungan hanya sekitar 20 persen saja. Jadi, kalau per desa bisa memiliki TPS seperti ini, saya kira 80 persen persoalan sampah di DIY bisa terselesaikan," tandasnya.

"Susah kalau hanya berharap pada pemerintah. TPST Piyungan sekali diblokir sama warga saja, seluruh DIY sudah pusing. Jadi, pengelolaan mandiri ini bisa lebih dimatangkan, agar menjadi solusi," tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. (*)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved