Sleman

Kebaya Sebagai Busana Nasional Terancam oleh Klaim Negara Lain

Simbol kebaya sebagai busana nasional Indonesia disebut terancam. Pasalnya kebaya dikhawatirkan bisa diklaim oleh negara lainnya.

Kebaya Sebagai Busana Nasional Terancam oleh Klaim Negara Lain
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
GKRAy Anglingkusumo (kanan) saat menjelaskan salah satu jenis kebaya di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Kamis (16/01/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Simbol kebaya sebagai busana nasional Indonesia disebut terancam. Pasalnya kebaya dikhawatirkan bisa diklaim oleh negara lainnya.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan oleh Penasihat SRITA GKRAy Anglingkusumo usai jumpa pers "2020 Wanita Berkebaya" di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Depok, Sleman.

"Sebab negara tetangga kita ternyata memiliki museum khusus kebaya. Ini meresahkan bagi kami," kata Anglingkusumo, Kamis (16/01/2020).

Promosikan Busana Nasional, 2.020 Wanita Berkebaya Akan Pecahkan Rekor Dunia

Padahal, menurut Anglingkusumo ada perbedaan yang cukup mencolok antara kebaya Indonesia dengan negara tetangga.

Meskipun kebaya bisa dikatakan sebagai busana bangsa serumpun.

Perbedaannya antara lain pada aksesoris pendamping kebaya.

Jika negara tetangga memadukan kebaya dengan songket dan tenun sebagai bawahan, maka di Indonesia terutama di Jawa memadukannya dengan kain batik.

"Selain itu, busana di sana lebih dikenal dengan nama baju kurung di mana modelnya berbeda dengan kebaya," jelas wanita yang pernah meraih penghargaan Berbusana Terbaik pada 1993 ini.

Lama Tak Terdengar Kabarnya, Nella Kharisma Bikin Pangling Saat Memakai Kebaya dan Disanggul

Sementara Ketua Panitia "2020 Wanita Berkebaya" Diah Purnamasari Zuhair mengatakan kebaya juga lebih dikenal sebagai pakaian adat suku Jawa.

Padahal di sejumlah daerah di Nusantara, kebaya juga menjadi bagian dari busana adat mereka.

"Acara ini menjadi upaya kami agar kebaya lebih dikenal dan diakui lagi sebagai busana nasional Indonesia, bukan hanya busana Jawa," jelas Diah.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved