7 Fakta Menarik Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah sempat mengehbohkan publik.Berikut fakta menarik Keraton Agung Sejagat di Purworejo.

7 Fakta Menarik Keraton Agung Sejagat di Purworejo
IST/Twitter via ReqNews
7 Fakta Menarik Keraton Agung Sejagat di Purworejo 

Tribunjogja.com - Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah sempat menghebohkan publik.

Berdirinya kerajaan baru ini mengklaim terjadi setelah 500 tahun berakhirnya kerajaan Majapahit.

Mengutip dari Kompas.com, Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara ( MAKN), KPH Eddy Wirabhumi menyatakan kerajaan tersebut hanyalah mengada-ngada.

Kerajaan di Purworejo yang dipimpin raja bernama Sinuhun bernama asli Totok Santosa Hadiningrat tidak punya genetis raja terdahulu.

"Tidak usah terlalu diperbincangkan. Karena nanti malah membuang energi. Apalagi yang disampaikan berbau hal-hal yang mistis dan tidak masuk akal itu abaikan saja," kata Eddy.

Kemunculan kerajaan baru ini sempat menghebohkan, namun ternyata Totok Santosa melakukan penipuan pada beberapa pihak.

Berikut fakta-fakta menarik tentang Keraton Agung Sejagat di Purworejo, dirangkum dari Kompas.com :

1. Raja Keraton Sejagat mewajibkan pengikutnya membayar iuran hingga puluhan juta.

Toto Santoso yang mengaku sebagai Raja Keraton Sejagat ternyata mewajibkan pengikutnya untuk membayar iuran. Toto dan istrinya Fanni Aminadia yang memiliki gelar Kanjeng Ratu Dyah Gitarja dikenakan pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946.

Pasal tersebut menjerat pelaku yang menyiarkan berita bohong dan sengaja menerbitkan keonaran. Hukum yang menjerat mereka maksimal 10 tahun dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Latifatul Fajri
Editor: Yoseph Hary W
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved