Flashmob Golek Menak Meriahkan Selasa Wage di Nol Kilometer

Flashmob Golek Menak Meriahkan Selasa Wage di Nol Kilometer Flashmob Golek Menak Meriahkan Selasa Wage di Nol Kilometer

Flashmob Golek Menak Meriahkan Selasa Wage di Nol Kilometer
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Flashmob tari Golek Menak meriahkan Selasa Wage sekaligus mempromosikan pertunjukan wayang orag Golek Menak yang akan digelar 7 Maret mendatang, Selasa (14/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekelompok orang tampak membawa wayang golek sembari memainkannya di sisi barat Nol Kilometer Kota Yogyakarta, Selasa (14/1/2020) sore.

Tak disangka, selepas itu mulai terdengar irama gamelan yang mengundang perhatian. Satu persatu orang yang berada di keramaian pun bergerak mengikuti irama gamelan tersebut dengan begitu kompaknya.

Pemandangan tersebut merupakan pertunjukan flashmob beksan atau tari Golek Menak. Tarian ini merupakan drama tari ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Tua, muda, bahkan anak-anak pun turut menari. Tak terkecuali Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridho Mardowo KPH Notonegoro yang juga ambil bagian dalam flashmob ini.

Seusai menari, ditemui Tribun Jogja, ia mengungkapkan, flashmob ini digelar selain dalam momen Selasa Wage juga sebagai promosi pementasan wayang orang Golek Menak.

"Ini dalam rangka promosi pementasan wayang orang Golek Menak besok tanggal 7 Maret dalam rangka Tingalan Jumenengan Dalem," ungkap KPH Notonegoro.

Selasa Wage, Malioboro Kembali Menjadi Kawasan Semi Pedestrian

Kata dia, Tingalan Jumenengan Dalem nanti merupakan acara yang spesial karena berada pada momen tumbuk ageng. Untuk itu, flashmob ini bertujuan sebagai ajakan pada masyarakat Yogyakarta untuk memeriahkan momen tumbuk ageng ini.

"Kita pengen mengajak masyarakat Yogyakarta untuk memeriahkan acara tingalan jumenengan dalem karena tahun ini istimewa, tumbuk ageng, kalau dalam tahun Jawa itu tumbuk itu setiap delapan tahun. Ini ke-32 tahun," jelasnya.

"Kebetulan harinya jatuh di hari yang sama, pasarannya juga jatuh di hari yang sama. Jadi besok tingalan jumenengan dalem jatuh di hari Selasa Wage sama seperti saat hari Ngarsa Dalem jumeneng," sambungnya.

Pertunjukan wayang Golek Menak ini akan dipentaskan dengan mengambil lakon Jayeng Rana Jumeneng Nata. KPH Notonegoro pun menambahkan, tari Golek Menak ini memang terinspirasi dari gerakan wayang golek.

"Ini memang dari wayang golek, kemudian dicarikan gerakan-gerakannya untuk ditarikan oleh penari. Kemudian tercipta beksan Golek Menak itu. Jadi tadi gerakannya seperti golek gitu, persis seperti golek lalu ditirukan," terangnya.

Terkait flashmob ini, ia tak menyangka akan direspon sangat baik oleh masyarakat. Katanya, ada sekitar 200 orang yang bergabung dalam flashmob yang dilakukan di beberapa titik di kawasan Nol Kilometer hingga Malioboro ini.

"Kemarin kita gethok tular aja, begitu tariannya selesai, kita sebarkan, siapa yang mau ikut. Itu dalam waktu 24 jam kita sudah dapat 100 lebih (orang). Dan terus nambah sampai ini mungkin ada 200an yang ikut menari," ujarnya. (Tribunjogja/Amalia  Nurul Fathonaty)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved