Apakah Masturbasi Membahayakan? Ini Penjelasannya Secara Medis

masturbasi bisa dilakukan untuk menghilangkan gejolak seksual yang dapat menumpuk dari waktu ke waktu

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
musmagz.com
Ilustrasi 

Masturbasi bukanlah istilah yang asing. Anda sering mendengarnya, membacanya atau bisa jadi Anda pernah melakukannya. Masturbasi adalah stimulasi yang dilakukan sendiri di titik rangsangan untuk mencapai kepuasan seksual hingga orgasme.

Pertanyaannya kenapa seseorang melakukan masturbasi? Dan apakah masturbasi membahayakan?

Sebagaimana dilansir webMD, masturbasi bisa dilakukan untuk menghilangkan gejolak seksual yang dapat menumpuk dari waktu ke waktu, terutama bagi orang-orang tanpa pasangan atau mereka yang pasangannya tidak bersedia atau tidak tersedia untuk berhubungan seks.

Masturbasi juga merupakan alternatif seksual yang aman bagi orang yang ingin menghindari kehamilan dan bahaya penyakit menular seksual.

Penelitian : Masturbasi Rutin Bisa Turunkan Resiko Kanker Prostat

Hal ini juga diperlukan ketika seorang pria harus memberikan sampel sperma untuk pengujian infertilitas atau untuk sumbangan sperma.

Ketika disfungsi seksual terjadi pada orang dewasa, masturbasi mungkin dilakukan oleh terapis seks untuk memungkinkan seseorang mengalami orgasme.

Apakah Masturbasi itu Normal?

Walaupun dulunya dianggap sebagai penyimpangan dan pertanda masalah mental, masturbasi sekarang dianggap sebagai aktivitas seksual normal dan sehat yang menyenangkan, memuaskan, dapat diterima, dan aman.

Masturbasi hanya dianggap masalah ketika menghambat aktivitas seksual dengan pasangan, dilakukan di depan umum, atau menyebabkan tekanan signifikan pada orang tersebut.

Ini Dia Sejarah Masturbasi, Anggapan Dulu dan Sekarang

Ini dapat menyebabkan masalah jika dilakukan secara kompulsif atau mengganggu kehidupan dan kegiatan sehari-hari.

Apakah Masturbasi Berbahaya?

Secara umum, komunitas medis menganggap masturbasi sebagai ekspresi seksualitas yang alami dan tidak berbahaya baik untuk pria maupun wanita.

Itu tidak menyebabkan cedera fisik atau kerusakan pada tubuh, dan dapat dilakukan dalam jumlah sedang sepanjang hidup seseorang sebagai bagian dari perilaku seksual normal.

Beberapa budaya dan agama menentang masturbasi atau bahkan menyebutnya sebagai dosa.

Masturbasi Setelah Menikah, Normalkah?

Sehingga dampaknya hal ini dapat menyebabkan rasa bersalah atau malu tentang perilaku tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved