Malioboro Bakal Jadi Kawasan Tanpa Rokok, Sri Sultan Hamengku Buwono X : Harus Ada Tempat Alternatif

Malioboro Bakal Jadi Kawasan Tanpa Rokok, Sri Sultan Hamengku Buwono X : Harus Ada Tempat Alternatif

Malioboro Bakal Jadi Kawasan Tanpa Rokok, Sri Sultan Hamengku Buwono X : Harus Ada Tempat Alternatif
Dok.Istimewa
Kampanye #SatuPuntungSejutaMasalah untuk mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta dan DIY untuk merealisasikan target Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kawasan Malioboro, Minggu (24/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Malioboro sedianya bakal menjadi kawasan tanpa rokok (KTR) sebagai bagian program kawasan semi pedestrian.

Rencana penerapan kawasan tanpa rokok di Malioboro inipun mendapatkan dukungan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X .

Akan tetapi, ia meminta, supaya para perokok tetap difasilitasi dengan disiapkan tempat khusus.

Ngarsa Dalem mengaku tak mempermaslahkan andai sentra pariwisata Kota Yogyakarta tersebut, menjadi kawasan bebas asap rokok.

Walau begitu, hak yang dimiliki para perokok wajib diperhatikan, meskipun areanya dibuat berjauhan dengan keramaian.

 "Tidak masalah, silahkan saja, tapi tetap harus ada fasilitas (untuk perokok) juga. Tidak bisa bebas rokok tapi tidak dikasih tempat alternatif. Harus ada, meski agak jauh ya," katanya, Senin (13/1/2020) siang.

Pemkot Yogya Resmikan Malioboro Bebas Asap Rokok pada Maret 2020

Agenda Jogja : Flashmob Menak Bakal Meriahkan Malioboro Selasa Wagen

Ia mengatakan, area depan Grand Inna Garuda bisa dijadikan contoh smoking area, yang lokasinya sedikit jauh dari keramaian. 

"Jadi, bukan berarti di situ tidak ada orang merokok, harus ada tempat untuk merokok, harus ada fasilitas. Seperti di Garuda itu contoh," katanya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di DIY itu pun berujar, penerapan KTR di Malioboro tidak akan serta merta menurunkan jumlah kunjungan wisatawan.

Apalagi, smoking area seperti permintaannya tersedia bagi mereka yang ingin menyalurkan hasrat merokok.

"Belum tentu juga (KTR menurunkan angka kunjungan wisatawan) ya, itu sebatas prasangka, boleh saja lah, tapi belum tentu itu," ucap Sultan.

Ngarsa Dalem pun menandaskan, seandainya nanti KTR sudah diterapkan di Malioboro, siapa saja wajib mengikuti aturan, tanpa terkecuali.

Ia tak menampik, kedisiplinan dan komitmen seluruh pihak, menjadi kunci sukses atau tidaknya aturan tersebut. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved