Yogyakarta
Proyek Molor dan Bikin Macet, Underpass Kentungan Diharapkan Selesai di Triwulan Pertama 2020
Proyek yang digarap langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR tersebut, sejatinya sudah selesai awal tahun ini.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kemacetan parah selama lebih dari satu tahun dirasakan oleh masyarakat akibat proyek Underpass Kentungan, Sleman, yang tidak kunjung terselesaikan.
Padahal, targetnya, infrastruktur ini mulai dioperasikan pada Desember 2019 lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji pun mengakui, proyek yang digarap langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR tersebut, sejatinya sudah selesai awal tahun ini.
Akan tetapi, sejumlah kendala membuatnya menjadi molor.
"Targetnya kan awal tahun sudah bisa selesai. Tapi, dalam proses pengerjaan ternyata ada hambatan. Ya, kita tentu berharap agar rekanan, atau kontraktor bisa segera menyelesaikan," katanya, Kamis (9/1/2020).
• Pengerjaan Underpass Kentungan Dikebut
Aji menjelaskan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang belakangan melanda DIY dan sekitarnya, memang mengganggu proses pengerjaan.
Ia tidak memungkiri, pengerjaan underpass di tengah kondisi semacam ini, dipastikan semakin berat.
"Bukan perkara mudah, bikin underpass kalau hujan itu susah, tak bisa bekerja jadinya. Tapi, semoga saja ya, infrastrutur untuk pembuangan (air) sudah selesai, sehingga bisa berlanjut," cetusnya.
"Namun, kami pastikan, proyek tetap berjalan sesuai rencana. Apalagi, ke depan underpass kan tidak hanya di situ, jalan-jalan yang padat tentu juga dibutuhkan," imbuh eks kepala Disdikpora DIY itu.
Lebih lanjut, Aji menjelaskan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat terkait pengerjaan underpass sepanjang 900 meter tersebut.
Ia berujar, paling tidak dibutuhkan beberapa bulan lagi sampai infrastrutur benar-benar bisa dimanfaatkan.
"Komunikasi dengan Satker (Satuan Kerja) di triwulan pertama ini sebenarnya. Maret paling tidak ya, kami harapannya begitu," ungkapnya.
• Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama
Terlebih, molornya pengerjaan Underpass Kentungan tersebut, berdampak pada kelangsungan transportasi masyarakat.
Menurutnya, meski kondisi ringroad Jalan Kaliurang sudah tidak terlalu crowded, kemacetan kini muncul di beberapa titik jalur alternatifnya.
"Sekarang di sana menjadi tidak terlalu crowded ya, karena orang-orang sudah tahu dan menghindari. Tapi kalau di situ dihindari, maka kemacetannya terjadi di tempat lain," sambung Aji.
Sementara Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana pun berharap, agar Underpass Kentungan bisa segera terselesaikan.
Dirinya menilai, kemacetan yang terjadi akibat proyek tersebut, sudah terlalu lama dirasakan oleh masyarakat, maupun pengguna jalan.
• Komisi V DPR RI Pastikan Proyek Underpass Kentungan Aman
"Macetnya sudah kelamaan, di sekitar ringroad Jalan Kaliurang itu, masyarakat terganggu. Saya minta agar segera diselesaikan, kalau ada kendala-kendala harus segera ditangani. Kemacetan itu menghambat ekonomi masyarakat juga kan," tambahnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan, kemacetan sejatinya bisa ditoleransi, andai infrastrutur terselesaikan tepat waktu, atau sesuai schedule.
Tapi, jika molornya penyelesaian sudah terlalu lama, maka masyarakat Yogyakarta yang paling merugi.
"Ini bukan lagi antara penyedia jasa dan pemerintah pusat saja, tapi sudah mencakup kepentingan warga masyarakat. Cepat diselesaikan lah, agar kemacetan bisa terurai, seperti tujuan pembangunan Underpass Kentungan," terangnya.
"Selain itu, sudah ada mekanisme sendiri kalau proyek mundur seperti ini. Kami serahkan saja, sesuai dengan mekanisme yang berlaku, antara penyedia jasa dan pemerintah pusat," pungkas Huda. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komisi-c-tinjau-proyek-underpass-kentungan-pasca-insiden.jpg)