GRAFIS - Pasang Surut Hubungan AS-Iran setelah Revolusi Islam di Teheran
Hubungan AS-Iran tak pernah harmonis sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979. Sebelum itu, AS memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Iran
Dendam-dendam masa lalu itu, menurut dia, menjadi akar penyebab panasnya hubungan AS- Iran hingga saat ini.
Rasa dendam itu kemudian dilampiaskan dengan embargo, bahwa AS dan negara-negara sahabatnya tidak akan mengambil minyak dari Iran.
Selain embargo, AS juga menuduh Iran tengah mengembangkan senjata nuklir.
"Sedangkan menurut Iran sendiri itu untuk kepentingan kemanusiaan, penerangan, dan kedokteran. Tapi kan AS tidak percaya sampai Iran dikenakan sanksi," kata Mutiah.
Menurut dia, citra buruk Iran tersebut membuat banyak negara yang enggan berhubungan dengan Iran.

Pasang Surut Hubungan
Dalam perjalanannya, hubungan AS dan Iran diwarnai pasang surut. Berikut catatan hubungan kedua negara:
1953 - CIA membantu pelengseran Perdana Menteri Iran kala itu, Mohammed Mossadegh dan memulihkan kekuasaan Shah Mohammed Reza Pahlevi.
1957 - AS-Iran menandatangani perjanjian kerjasama nuklir sipil.
1967 - AS memberi Iran reaktor nuklir dan senjata uranium.
1968 - Iran menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir yang mengizinkannya memiliki program nuklir sipil sebagai imbalan atas komitmennya untuk tidak membeli senjata nuklir.
1979 - Revolusi Islam Iran memaksa Shah Reza Pahlevi yang didukung AS untuk melarikan diri. Setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini kembali dari pengasingan dan menjadi pemimpin tertinggi Iran, ratusan orang menduduki Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera stafnya.
1980 - AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menyita aset Iran dan melarang hubungan dagang dengan Iran, serta kegagalan misi penyelamatan sandera yang dipesan oleh Presiden Jimmy Carter.
1981 - Iran melepaskan 52 sandera AS beberapa menit setelah Carter turun dan Ronald Reagan dilantik sebagai presiden AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-konflik-as-iran.jpg)