Kota Yogyakarta

Sampah Sungai Masih Tinggi, DLH Kota Yogya Kerahkan 40 Ulu-ulu

Beberapa diantaranya diolah dengan cara dibakar, dibuang di pekarangan, ditimbun, bahkan di pinggir sungai.

Sampah Sungai Masih Tinggi, DLH Kota Yogya Kerahkan 40 Ulu-ulu
tribunjogja/pradito rida pertana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana saat memberi keterangan di Embung Langensari, Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masih sekitar 1,8 persen sampah di Kota Yogyakarta dibuang liar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana.

Suyana mengatakan dibuang liar artinya sampah tidak berada di tempat sampah dan depo.

Beberapa diantaranya diolah dengan cara dibakar, dibuang di pekarangan, ditimbun, bahkan di pinggir sungai.

Terkendala Hujan, Pengangkutan Sampah di Yogyakarta Sedikit Terhambat

"Artinya 98,2 persen sampah di Kota Yogyakarta sudah tertangani dengan baik. Tetapi masih ada 1,2 yang dibuang sembarangan. Ini kan habit masyarakat. Membersihkan sungai bukan berarti sampahnya dibersihkan terus dihanyutkan. Lha kan itu sama saja,"katanya, Senin (06/01/2020).

Ia mengungkapkan DLH memiliki petugas kebersihan khusus sungai, yaitu Ulu-ulu.

Ada sekitar 40 Ulu-ulu yang dibagi empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 Ulu-ulu.

Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kota Yogyakarta, Heryoko mengungkapkan ada empat sungai yang menjadi perhatian, yaitu Code, Gajahwong, Manunggal, dan Winongo.

Sehingga Ulu-ulu akan bertugas untuk membersihkan sampah di badan sungai tersebut.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved