Penjelasan Dokter Bagaimana Kanker Kambuh dan Menyebar Seperti yang Dialami Ria Irawan

Denny menjelaskan bahwa banyak orang sering salah kaprah menyebutkan kanker sembuh. Istilah sembuh dari kanker kurang tepat, yang benar terkontrol

Editor: Rina Eviana
sains.kompas.com/
Ria Irawan 

Apabila ada sel kanker yang terlewat dari sasaran kemoterapi, meskipun hanya satu, sel tersebut bisa berkembang dan memunculkan kanker lagi.

Denny pun mengakui bahwa kanker memang tidak bisa dibilang pasti akan kambuh atau tidak, tetapi kontrol secara teratur akan dapat menangkap kambuhnya kanker sejak awal sehingga bisa diobati menjadi baik.

Sayangnya, sering kali pasien kanker yang sudah dinyatakan bersih dari kanker tidak mau kembali untuk kontrol.

Alhasil, ketika kambuh, kankernya sudah berat dan sulit untuk diobati.

Bagaimana cara kanker menyebar?

Denny berkata bahwa penyebaran kanker bisa melalui dua jalur, yakni pembuluh darah dan kelenjar getah bening yang tersebar ke seluruh badan. Pada kasus kanker rahim, sel kanker bisa menyebar melalui keduanya.

Pada stadium awal, pertahanan tubuh akan berusaha untuk memblokir sel kanker agar berhenti pada kelenjar getah bening secara lokal.

Namun, apabila dibiarkan terus-menerus, ketahanan tubuh akan kalah dan getah bening akan dikuasai oleh sel kanker untuk menyebar ke mana-mana, termasuk paru-paru dan otak seperti yang dialami oleh Ria.

Kisah Perjuangan Ria Irawan Menjadi Surivor Kanker, Kemoterapi Sambil Makan Nasi Uduk
Kisah Perjuangan Ria Irawan Menjadi Surivor Kanker, Kemoterapi Sambil Makan Nasi Uduk (Kompas.com/Irfan Maullana)

Ria Irawan Meninggal Dunia, Ini Catatan Riwayat Penyakit Kanker yang Dideritanya

Lalu, harus bagaimana?

Itulah sebabnya, kontrol secara berkala sangat penting untuk dilakukan, bahkan oleh pasien yang telah dinyatakan bersih dari kanker sekalipun. Jangka waktu kontrol sangat tergantung pada tiga hal, yakni organ yang terkena kanker, stadium, dan jenis atau derajat keganasannya.

"Kalau organ vital, ganas, dan stadium lanjut, bisa kontrol setiap bulan. Kalau bukan organ vital dan stadium awal, misalnya kanker serviks atau payudara stadium satu dengan derajat satu atau dua, maka kontrol bisa enam bulan sampai satu tahun," ujar Denny.

Pada saat kontrol, dokter akan melihat hasil tes tumour marker atau penanda kanker pada darah.

Bila ada risiko kambuh, maka penanda kanker, misalnya CA 153 atau CA 125 untuk kanker payudara, akan mengalami kenaikan. Kenaikan ini tidak serta-merta memastikan bahwa kanker telah kambuh sehingga diperlukan pengambilan foto atau pencitraan.

Bila kanker payudara, maka pencitraan yang dibutuhkan berupa pemeriksaan USG atau mammografi; sedangkan untuk kanker otak dibutuhkan CT Scan. Denny mengatakan bahwa apabila benar kambuh, maka secara prinsip penanganan kanker tetap sama tergantung jenis kankernya.

Namun, yang sulit adalah bagaimana mengobati tanpa memberi efek samping berat. Sebab, pada pasien yang sudah pernah diobati untuk kanker, misalnya kemoterapi, organ-organ tubuhnya sudah pernah terkena obat pada dosis besar.

"Jadi ketika dia kambuh, dokter harus memutar otak. Bagaimana mengobati tanpa memperberat atau memberi efek samping berat pada organ yang sehat?" imbuhnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ria Irawan Meninggal, Dokter Jelaskan Cara Kanker Kambuh dan Menyebar"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved