Yogyakarta

Serukan Pesan Persaudaraan, Sultan HB X Ikut Nyalakan Lilin Natal

Sultan Hamengku Buwono X mendorong masyarakat untuk meneladani ajakan pemimpin gereja dalam berteguh hati yang membawa damai sejahtera bagi manusia.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyalakan lilin natal dalam perayaan Natal Keluarga besar ASN, TNI, Polri di Bangsal Kepatihan, Jumat (3/1/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pesan kerukunan dan toleransi menjadi salah satu hikmah dalam perayaan Natal bersama PNS, BUMN, BUMD, TNI dan Polri di bangsal Kepatihan, Jumat (3/1/2020) malam.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun ikut menyalakan lilin natal dalam perayaan tersebut.

Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan tema Natal “Hiduplah Sebagai Sahabat bagi semua orang” ini bisa diterapkan oleh semua agama di Indonesia dalam kehidupan sehari.

Dia juga mendorong masyarakat untuk meneladani ajakan pemimpin gereja dalam berteguh hati yang membawa damai sejahtera bagi umat manusia.

Natal, Merawat Kebersamaan dan Gotong Royong

“Menghayati kerukunan damai, menerima dalam keanekaragaman ini menjadi penting. 3 Januari 1946 bertepatan dengan sehari kota Yogya menjadi ibu kota republik, bersamaan hijrahnya Soekarno-Hatta, 74 tahun lalu dan dijemput oleh Sri Sultan HB IX dimana azas Pancasila dan bhineka tunggal ika disemaikan,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, banyak tokoh bangsa yang terdiri dari lintas etnis dan lintas agama.

Hal ini menjadi salah satu upaya untuk penegakan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Hal ini juga untuk menghindari kerancuan dan salah paham, maka seluruh umat manusia bersabar bagi semuanya.

“Kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial,” ujar Sultan.

Dalam acara perayaan ini ditampilkan sejumlah kesenian seperti bertutur kitab suci, paduan suara dan bernyanyi.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

Untuk penyambutan para tamu pun dilaksanakan dengan tarian Cakalele.

Dalam hikmah natal yang disampaikan oleh Romo Andreas Setyo Budi Sambodo Pr, perayaan natal ini ditujukan untuk memahami akan pentingnya toleransi.

Dia juga meminta para umat yang merayakannya bisa menyambut dengan suka cita.

“Adanya perbedaan itu tidak kemudian dihilangkan. Justru ini memberi warna dalam hidup menjadi lebih indah dan lebih maju. Hal ini seperti pelangi yang terdiri dari beragam warna,” ujar Romo Andreas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved