Internasional
PM Irak Peringatkan Perang Total, Moqtada al-Sadr Mulai Siagakan Milisinya
Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi memperingatkan kemungkinan perang total menyusul pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani oleh militer AS.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BAGHDAD – Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi memperingatkan kemungkinan perang total menyusul pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani oleh militer AS.
Abdul Mahdi dalam pernyataannya, Jumat (3/1/2020) mengutuk keras pembunuhan itu, yang disebutnya sebagai agresi, dan menginjak-injak kedaulatan bangsa negara Irak.
Perdana Menteri Irak menyebut Qassem Soleimani dan Al Mahdi al Muhandis, Deputi Komandan Popular Mobilization Unit (PMU) sebagai figure-figur hebat yang membantu Irak mengalahkan Daesh atau ISIS.
Ulama Syiah di Sadr City, Irak, Moqtada al-Sadr telah meminta para pendukungnya yang menguasai senjata untuk bersiap mengobarkan perlawanan.
• Profil Qassem Soleimani, Jenderal Iran yang Dibunuh Atas Perintah Presiden Trump
Moqtada Sadr bertahun lalu pernah memimpin pemberontakan melawan pasukan AS di Kota Sadr.
Pertempuran berlangsung sangat sengit dari rumah ke rumah.
Pentagon dan Gedung Putih secara terbuka lewat unggahan di akun media social mereka, mengakui operasi terhadap Qassem dan tokoh-tokoh PMU dilakukan cermat dan terencana.
Operasi digelar atas perintah Presiden Donald Trump.
Qassem Soleimani menurut Gedung Putih dinilai bertanggungjawab atas serangan-serangan Iran yang membahayakan kepentingan AS.
Drone militer AS melepaskan tiga rudal yang menghantam sekurangnya dua kendaraan yang ditumpangi Qassem dan sejumlah tokoh PMU di terminal keberangkatan Bandara Internasional Baghdad, Kamis (2/1/2020) malam waktu setempat.
“Pembunuhan terhadap komandan militer Irak di pos resminya adalah agresi terhadap negara Irak, pemerintah dan rakyat,” kata Abdul Mahdi merujuk kematian al-Muhandis.
• Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama
PMU merupakan kelompok militer yang resmi masuk jajaran militer Irak.
Mereka bekerja bahu membahu bersama pasukan Irak, mengalahkan ISIS dan kelompok militan lain di berbagai tempat.
Bagi Abdul Mahdi, pembunuhan brutal Qassem Soleimani menunjukkan wajah bengis militer AS di tanah Irak.
Ia meminta parlemen Irak bersidang guna menentukan masa depan dan kehadiran pasukan AS di negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pm-irak-peringatkan-perang-total-moqtada-al-sadr-mulai-siagakan-milisinya.jpg)