Bisnis

BEI Sebut Banyak Keuntungan UMKM yang Go Public

Animo pelaku UMKM di DIY untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau go public di pasar modal cukup tinggi.

BEI Sebut Banyak Keuntungan UMKM yang Go Public
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Kepala BEI Perwakilan DIY Irfan Noor Riza 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Animo pelaku UMKM di DIY untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau go public di pasar modal cukup tinggi.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Yogyakarta Irfan Noor Riza.

Ia mengatakan bahwa pihaknya memiliki target pada 2023 jumlah emiten di BEI sebanyak 1.000 perusahaan.

Sementara saat ini jumlah emiten tercatat 642 perusahaan.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia menargetkan ke depan, terdapat 6 juta UMKM yang go digital.

Hipmikimdo DIY Wadahi UMKM dengan Mall Online

"Akhirnya kami memberikan fasilitas satu papan lagi untuk perusahaan dengan skala kecil yang asetnya tidak lebih dari Rp 50 miliar dan menengah yakni aset Rp 50-250 miliar berdasarkan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) nomor 53," ujarnya, Rabu (4/12/2019).

Sebelumnya, Irfan mengatakan bahwa ada dua papan yakni papan pengembangan dan perdagangan. Saat ini sudah bertambah satu yakni papan akselerasi.

"Kami memberikan kesempatan UMKM yang sesuai dengan POJK 53 untuk mencari pendanaan melalui pasar modal atau go public. Syarat utama mereka untuk papan ini adalah harus berbentuk PT sementara selama ini UMKM masih berbentuk UD dan CV," urainya.

Selain syarat tersebut, ia menjelaskan bahwa UMKM harus beroperasi minimal 1 tahun.

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved