Travel

Museum TNI AD Dharma Wiratama Hadirkan Atmosfer Milenial Berbasis IT

Memasuki lobi museum pengunjung disambut dengan suasana museum yang kental dengan teknologi digital.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Suasana dan koleksi museum TNI AD Dharma Wiratama. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kawasan Kota Baru Yogyakarta dulunya menjadi satu dari beberapa pusat perkantoran zaman pendudukan Belanda dan ketika Ibu Kota Indonesia berada di Yogyakarta, sebagian kantor penting yang mendukung jalannya roda pemerintahan juga berada di kawasan ini.

Kini bangunan bangunan bersejarah tersebut masih berdiri kokoh dan terawat dengan berbagai fungsi menyesuaikan kebutuhan saat ini.

Satu di antaranya adalah bangunan seluas kurang lebih 1500 meter persegi yang berada tepat di pojok sisi utara perempatan Jalan Sudirman Yogyakarta.

Bangunan ini sejak tahun 1980 difungsikan sebagai Museum TNI AD Dharma Wiratama.

Mengunjungi museum ini, pengunjung akan dibawa ke sebuah pengalaman menarik menuju masa-masa di mana para pejuang berusaha mempertahankan kemerdekaan yang telah susah payah diraih oleh bangsa Indonesia.

Napak Tilas Perjuangan Ki Hadjar Dewantara di Museum Dewantara Kirti Griya

Pengunjung bisa menyaksikan langsung beragam koleksi senjata dan alat tempur yang menjadi saksi bisu kehebatan pertempuran yang dilakukan para pejuang di berbagai wilayah Indonesia kala itu.

Memasuki lobi museum pengunjung disambut dengan suasana museum yang kental dengan teknologi digital.

Pengunjung langsung disambut display holoscreen selamat datang bergambar kolase pejuang seolah mengantarkan para pengunjung ke lorong waktu menikmati dimensi lain yang menceritakan perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

Di museum yang dulunya untuk pertama kali diselenggarakan Konferensi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) hingga memutuskan pucuk pimpinan tertinggi angkatan perang yakni Jenderal Sudirman ini, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman teknologi augmented reality yang memungkinkan pengunjung melakukan simulasi dengan atomosfer masa perjuangan.

Menurut Sukarjo, edukator museum ini, kini museum yang terletak di jantung Kota Yogyakarta ini memang berbasis IT dalam sistem pengelolaan dan penyajian koleksinya.

Hal ini dilakukan agar museum menjadi objek wisata edukasi yang menarik bagi generasi milenial khususnya sehingga melek dengan sejarah bangsa.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

"Tampilan di museum ini kini sudah kekinian, kami memanfaatkan IT untuk mengelolanya. Generasi muda perlu datang ke museum ini agar tahu sejarah perjalanan TNI khususnya Angkatan Darat dalam mengawal NKRI hingga saat ini," kata Sukarjo di sela menerangkan beberapa koleksi pada pengunjung.

Dijelaskan Sukarjo, museum yang dulunya menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai cikal bakal lahirnya TNI ini memiliki koleksi sekitar 4000 lebih benda benda peninggalan bersejarah yang bisa dilihat langsung dan dipelajari oleh pengunjung.

Satu diantaranya adalah weapon box yang dibuat dari 759 pucuk senjata api berbagai jenis.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved