Atasi Penumpukan Saat Libur Akhir Tahun, UPT Malioboro Percepat Pembuangan Sampah

Atasi Penumpukan Saat Libur Akhir Tahun, UPT Malioboro Percepat Pembuangan Sampah

Atasi Penumpukan Saat Libur Akhir Tahun, UPT Malioboro Percepat Pembuangan Sampah
Istimewa
Petugas kebersihan tengah membersihkan sampah dari kawasan Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa hari terakhir, kawasan Malioboro selalu dibanjiri ribuan pengunjung.

Namun, datangnya ribuan pengunjung ini ternyata membawa permasalahan tersendiri, khususnya sampah.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto mengatakan tumpukan sampah yang ada di kawasan Malioboro dipicu sejumlah faktor.

"Saat ini tempat pembuangan sampah sementara, lokasinya jauh. Dulu saat kita masih memiliki tempat pembuangan sampah sementara di kantor UPT Malioboro, penumpukan sampah bisa diatasi," katanya.

Namun, kata dia, saat ini untuk mencapai lokasi pembuangan sampah sementara membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Sekarang bisa memakan waktu dua sampai tiga jam untuk membawa sampah-sampah yang sudah dikumpulkan ke tempat pembuangan sementara," tegasnya.

Persiapan Malam Tahun Baru, Lalu Lintas di Kawasan Malioboro Akan Dialihkan

BREAKING NEWS: Malioboro hingga Titik Nol Steril Kendaraan Bermotor saat Malam Tahun Baru

Selain itu, dia menambahkan bahwa kesadaran untuk membuang sampah dictempatnya masih cukup rendah.

"Di beberapa lokasi masih ditemukan sampah yang dibuang sembarangan. Ada yang ditaruh di bangku maupun di bawahnya, bahkan ada pula yang membuang di sekitar tanaman hias," tuturnya.

"Sebenarnya saat ini yang lebih penting itu membangun kesadaran masyarakat untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Misalnya saat di rumah sudah terbiasa membuang sampah pada tempatnya, di lokasi lain pun pasti akan demikian," tuturnya.

Untuk mengatasi permasalahan mengenai sampah ini, UPT Malioboro mempercepat pembuangan sampah.

"Pada pukul 24.00 WIB, kita menerjunkan satu truk pengangkut sampah untuk mengambil sampah langsung di seputaran wilayah Malioboro. Jadi penumpukan sampah setidaknya bisa dihindari," jelasnya. (Tribunjogja/Andreas Desca)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved