Bisnis
Warga Sleman Kreasikan Kawat Tembaga Bekas Jadi Aksesoris Cantik
Dengan memakai kawat tembaga bekas, ia mengaku tidak perlu lagi memisahkan heat shrink (pembungkus tembaga) lebih dulu jika ingin membuat produk.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
Ia juga mengaku tidak menerima pembuatan secara pesanan dari pelanggan, karena menurutnya rumit dan belum tentu sesuai dengan keinginan pemesan.
Produk yang dihasilkan juga terbatas. Satu jenis model kadang diproduksi hanya dalam jumlah 3-5 buah.
"Untuk pesanan juga tidak tentu, tapi rata-rata bisa sampai lima pesanan sebulan," ucapnya.
Nuci menyatakan, kesulitan yang dialami untuk perajin seperti yang dilakoninya yakni kesulitan dalam membentuk pasar.
Pasalnya segmen pasar yang dituju memang terbatas dan hanya pada kalangan tertentu saja.
• Mengintip Peluang Bisnis dari Kerajinan Berbahan Clay Tepung
Biasanya pembeli kebanyakan datang dari para wanita dewasa.
"Ke depan kita dengan teman-teman lagi ada rencana untuk membuat produk untuk pria, sekarang memang masih khusus wanita," kata dia.
Rentang harga produk dijual dengan harga Rp50-Rp500 ribu per item.
Semakin sulit tingkat pembuatan dan perpaduan bahan suatu produk, harganya juga semakin tinggi.
Dalam sebulan ia mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga di atas Rp 5 juta. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-sleman-kreasikan-kawat-tembaga-bekas-jadi-aksesoris-cantik.jpg)