Bisnis
Warga Sleman Kreasikan Kawat Tembaga Bekas Jadi Aksesoris Cantik
Dengan memakai kawat tembaga bekas, ia mengaku tidak perlu lagi memisahkan heat shrink (pembungkus tembaga) lebih dulu jika ingin membuat produk.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Aksesoris selalu membuat si pemakai tampak cantik dan stylish.
Beranekaragam perhiasan aksesoris mulai dari yang berbahan biasa hingga yang unik juga kian banyak di jumpai di pasaran.
Satu di antaranya Uparengga buatan Meta Nuci Ferawati, warga Sayegan, Sleman.
Ia memanfaatkan kawat tembaga bekas sebagai bahan baku pembuatan aksesorisnya.
• Bisnis Aksesoris Malioboro Tembus Eropa
Nuci panggilan akrabnya mengaku, mulai menjalani usahanya sejak 2013 silam.
Ia yang juga aktif dalam program pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga ini mengawali usahanya dengan mencoba mencari bentuk usaha yang unik dan tidak biasa.
Maka jatuh lah pilihan ke pembuatan aksesoris berbahan kawat tembaga bekas.
"Awalnya saya dulu pakai kawat tembaga yang baru. Setelah tahu ada tempat penampungan tembaga bekas yang tidak lagi terpakai, baru saya pakai itu," ujarnya, Kamis (22/8/2019).
Dengan memakai kawat tembaga bekas, ia mengaku tidak perlu lagi memisahkan heat shrink (pembungkus tembaga) lebih dulu jika ingin membuat produk.
• Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata
Sebelumnya sewaktu membuat produk dengan kawat tembaga baru, ia mesti membakar kawat tersebut untuk memisahkan heat shrink-nya.
Nuci menjelaskan, ia mengerjakan semua proses pembuatan secara mandiri dan tidak dibantu dengan pegawai.
Mulai dari mendesain, membentuk pola, hingga pengerjaan akhir semua dilakukan sendiri.
Proses pembuatan dibantu dengan sejumlah alat-alat pertukangan, semisal palu, las, tang, dan lain sebagainya.
"Untuk konsep ide saya buat beragam. Mulai dari bentuk daun, dibuat menyerupai lampion atau digabungkan dengan aksesoris lainnya seperti batu mulia," imbuhnya.
Produk yang dihasilkan kini beragam, mulai dari gelang, kalung, cincin, anting-anting, hingga bros.
• Aksesoris Kulit Personal dengan Kutipan Kehidupan
Ia juga mengaku tidak menerima pembuatan secara pesanan dari pelanggan, karena menurutnya rumit dan belum tentu sesuai dengan keinginan pemesan.
Produk yang dihasilkan juga terbatas. Satu jenis model kadang diproduksi hanya dalam jumlah 3-5 buah.
"Untuk pesanan juga tidak tentu, tapi rata-rata bisa sampai lima pesanan sebulan," ucapnya.
Nuci menyatakan, kesulitan yang dialami untuk perajin seperti yang dilakoninya yakni kesulitan dalam membentuk pasar.
Pasalnya segmen pasar yang dituju memang terbatas dan hanya pada kalangan tertentu saja.
• Mengintip Peluang Bisnis dari Kerajinan Berbahan Clay Tepung
Biasanya pembeli kebanyakan datang dari para wanita dewasa.
"Ke depan kita dengan teman-teman lagi ada rencana untuk membuat produk untuk pria, sekarang memang masih khusus wanita," kata dia.
Rentang harga produk dijual dengan harga Rp50-Rp500 ribu per item.
Semakin sulit tingkat pembuatan dan perpaduan bahan suatu produk, harganya juga semakin tinggi.
Dalam sebulan ia mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga di atas Rp 5 juta. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-sleman-kreasikan-kawat-tembaga-bekas-jadi-aksesoris-cantik.jpg)