Perayaan Natal 2019 di Yogyakarta

Perayaan Natal 2019, Romo FX Sumantara Siswoyo Ingatkan Jemaat Saling Bekerjasama Membangun Bangsa

Romo FX Sumantara Siswoyo berpesan kepada jemaatnya agar bekerjasama dalam membagun masyarakat, nusa dan bangsa

Tayang:
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Romo FX Sumantara Siswoyo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 500 jemaat mengikuti Misa Natal secara khidmat di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Sleman pada Rabu (25/12/2019), yang dipimpin oleh Romo FX Sumantara Siswoyo.

Perayaan Natal di Gereja ini mengangkat tema 'Jadilah Sahabat Berlian Bagi Sesama'

Pada Misa Natal kali ini, Romo FX Sumantara Siswoyo berpesan kepada jemaatnya agar bekerjasama dalam membagun masyarakat, nusa dan bangsa.

"Kita satu keluarga, keluarga Tuhan Allah yang paling besar, apalagi kita disatukan dalam satu sejarah historis, bangsa yang aneka ragam dan multikultur, dengan persahabatan kita bisa saling mempercayai satu sama lain," ujarnya.

Ia melanjutkan, tantangan yang tengah dihadapi oleh generasi muda saat ini yakni digitalisasi.

Sebab, jika tidak bisa diantisipasi dengan baik, digitalisasi bisa mendekatkan yang jauh dan bisa menjauhkan yang dekat.

"Digitalisasi bisa mendekatkan kita tapi bisa menjauhkan kita, dalam keseharian kita butuh temu personal pribadi tapi kita terpacu dengan digital, ada semacam egosentris sehingga rasa sosial dan keterlibatan bisa berkurang," tuturnya.

Ia berharap, Natal dapat berjalan dengan aman, tentram dan nyaman.

Koordinator Keamanan Gereja Santa Lidwina, Suyudi, menambahkan pada Misa Natal ini ada sebanyak 90 personel gabungan yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Sebanyak 90 personel tersebut terdiri dari Polisi, TNI, Hansip, relawan serta internal Gereja Santa Lidwina.

"Petugas keamanan total 90 dari polisi dan ormas, belum sama patroli. Kalau yang hari ini ada 50 yang berjaga," katanya.

Sementara itu, Kepala Subsektor Kronggahan, Polsek Gamping AKP Asmoro menambahkan guna memudahkan dalam pemantauan dan pengecekan jemaat, akses keluar masuk gereja dibuat satu pintu yakni melalui pintu sisi barat.

"Kita atur masuk dari satu pintu, keluar juga satu pintu, ini untuk pemantauan. Yang membawa tas juga kita periksa," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved