Breaking News:

Bantul

Nuthuk Harga saat Liburan, Pedagang Akan Kena Sanksi

Menurutnya akan ada sanksi bagi pedagang yang ketahuan menaikan tarif diatas wajar. "Sanksinya jangan jualan disini. Jualan di rumah saja," ujar dia.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul Suharsono 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang libur Natal dan tahun baru, Bupati Bantul Suharsono meminta Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan maupun Kepolisian menindak tegas bagi oknum pedagang maupun juru parkir yang mematok tarif tidak sesuai ketentuan. Khususnya yang berada di sejumlah tempat wisata.

"Saya sudah minta dinas perdagangan untuk muter. Kemudian dinas Perhubungan agar menertibkan juru parkir, supaya jangan nutuk, nanti wisatawan kapok," kata Suharsono, Minggu (22/12/2019).

Menurutnya akan ada sanksi bagi pedagang yang ketahuan menaikan tarif diatas wajar.

"Sanksinya jangan jualan disini. Jualan di rumah saja," ujar dia.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Ancam Tutup Usaha Pedagang Nakal yang Nuthuk Harga pada Wisatawan

Juru parkir maupun pedagang dilarang menaikan tarif diatas harga wajar.

Karena Suharsono mengaku ingin semua wisatawan yang datang ke Bantul merasa nyaman dan aman.

Seandainya memang harga makanannya terpaksa harus naik maka menurutnya sedikit saja.

Ia mencontohkan, harga Bakso biasanya Rp 10.000 kemudian karena musim liburan dijual dengan harga Rp Rp 11.000 maka itu masih wajar.

"Kalau menaikan sedikit ngga papa. Tapi kalau sudah kebangetan. Akan kami sangsi. Misalkan biasanya bakso 10 ribu kemudian dijual Rp 25 ribu. Itu namanya tidak wajar," kata dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved