Bantah Data Pemerintah, Susi Pudjiastuti Tunjukan Data Ekspor Lobster Naik Signifikan Sejak 2015
Bantah Data Pemerintah, Susi Pudjiastuti Tunjukan Data Ekspor Lobster Naik Signifikan Sejak 2015
TRIBUNJOGJA.COM - Rencana Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka kran ekspor bibit lobster menuai polemik di masyarakat.
Bahkan mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti secara terang-terangan menolak rencana membuka kembali kran ekspor benih lobster tersebut.
• Badan Otorita untuk Ibu Kota Baru Bakal Setingkat Kementerian
Sebelumnya, Menteri KKP, Edhy Prabowo membeberkan data tentang prosentase hidup bayi lobster di Indonesia sagat kecil yakni hanya 1 persen saja.
"Agar jangan sampai lingkungan rusak dan lobsternya habis, misal 5 persen atau 2,5 persen benih lobster dikembalikan ke laut, tinggal dihitung.
Kalau menurut kajian kan yang hidup dari semua lobter itu hanya 1 persen saja enggak sampai, kalau masuk 2,5 atau 5 persen kan saya pikir bagus," ujar Edhy.
Dalam kesempatan lain, Edhy juga menyamakan kesiapan pembesaran lobster di Indonesia dengan infrastruktur nikel.
"Kalau nanya saya, saya maunya dibudidayakan di Indonesia.
Tapi infrastrukturnya sesiap apa.
Kalau diekspor itu dengan catatan kita tidak bisa besarkan sendiri," ungkap Edhy.
• Wacana Membuka Kran Ekspor Lobster Hingga Komentar Susi Pudjiastuti Soal Dana Penyelundupan Benur
Kebijakan larangan ekspor nikel di Indonesia, baru bisa dilakukan setelah infrastruktur dalam negeri sudah siap.
Hal inilah yang ingin diduplikasikan Edhy pada lobster.
"Kan banyak komoditas lain yang dilakukan seperti itu, kayak nikel.
Kan dilakukan seperti itu, awalnya boleh diekspor tapi pengusaha harus bikin refinery.
Ini (kebijakan ekspor benih lobster) juga sama seperti itu, tapi masih dalam taraf kajian," ucap Edhy.
Edhy Prabowo tak akan mundur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/satu-kantong-plastik-diperkirakan-berisi-300-500-ekor-bibit-udang-lobster_20170531_142010.jpg)