Jawa

Perwari Napak Tilas Perjuangan Wanita di Klaten

Kabupaten Klaten dipilih karena sekaligus napak tilas sejarah kelahiran Perwari.

Perwari Napak Tilas Perjuangan Wanita di Klaten
TRIBUNJOGJA.COM / Victor Mahrizal
Pengurus Daerah (PD) Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) Jawa Tengah melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Merapi Resto Kabupaten Klaten, Selasa (17/12/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pengurus Daerah (PD) Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) Jawa Tengah melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Merapi Resto, Selasa (17/12/2019).

Kabupaten Klaten dipilih karena sekaligus napak tilas sejarah kelahiran Perwari.

Sebagai organisasi pergerakan wanita yang lahir masa kemerdekaan, tepatnya tanggal 17 Desember 1945, Perwari masih konsisten dengan program utama, yakni pendidikan, kesehatan perempuan dan anak-anak, membela hak perempuan dalam perkawinan serta perbaikan nasib buruh perempuan.

Mengambil tema Meningkatkan Kualitas Peran Perempuan Dalam Bidang Pendidikan, Perwari menegaskan pada era sekarang ini pendidikan kaum perempuan menjadi fokus utama karena perempuan dalam keluarga akan memegang peranan penting bagi generasi mendatang.

Relawan Klaten Kini Dibekali Peralatan Baru Hadapi Cuaca Buruk

"Pola perjuangan Perwari dari era kemerdekaan hingga era reformasi selalu berubah mengikuti perkembangan zaman, namun tetap konsisten dalam bidang pemberdayaan perempuan dan anak-anak," kata Ketua PD Perwari Jawa Tengah Maria Harrymoerti kepada Tribunjogja.com.

Dalam Rakerda kali ini, pendidikan menjadi sangat penting karena saat ini PD Perwari Jawa Tengah mempunyai beberapa sekolah binaan mulai dari jenjang TK, SD sampai SMA/SMK yang masih perlu mendapatkan perhatian baik untuk anak didik hingga para pendidik.

"Untuk anak didik khususnya jenjang SMA/SMK kami berorientasi pada skill dan untuk pendidik kami berupaya memperjuangkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ini yang terus kami lakukan," ujarnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah daerah peduli akan upaya-upaya yang sudah dirintis oleh Perwari saat ini, selain bantuan materiil secara sosial juga mendorong hidupnya gerakan perempuan seperti Perwari umtuk menjadi perhatian masyarakat luas.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

"Perwari ini adalah bagian dari sejarah panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tugu Perwari berdiri sebagai pengakuan sejarahnya. Sayang jika perhatian pemerintah daerah dan masyarakat Klaten kurang terhadap eksistensi Perwari," ujarnya.

Ketua Cabang Perwari Klaten Sri Lestari menambahkan Perwari telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Klaten.

Hal itu ditandai dengan prasasti Tugu Perwari yang berada di pertigaan Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka Klaten, tugu tersebut diresmikan oleh Prof Emil Salim pada tanggal 27 Desember 1986 saat menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

"Pada Rakerda kali ini, kami ingin napak tilas sejarah pergerakan Perwari yang harus dilanjutkan. Semangat itu yang hendak kita kobarkan lagi. Kami juga meminta kepada pemerintah daerah lebih peduli menguri-uri sejarah Tugu Perwari yang patut dilestarikan dan menjadi kebanggan masyarakat Klaten," tukasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved