Jawa
Pemkab Magelang Bentuk Kampung Anak Sejahtera untuk Tekan Stunting
Permasalahan gizi kronis atau stunting di Kabupaten Magelang perlu penanganan serius. Hal ini melihat jumlahnya yang masih banyak.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Permasalahan gizi kronis atau stunting di Kabupaten Magelang perlu penanganan serius.
Hal ini melihat jumlahnya yang masih banyak.
Bahkan data tiga tahun lalu pada 2017, stunting mencapai 30 persen dari total populasi.
Meski demikian, angka ini terus ditekan turun.
• Pemkab Magelang Bentuk Tim Tangani Permasalahan Warga dan Perusahaan yang Diduga Sebabkan Pencemaran
"Permasalahan stunting ini perlu penanganan lebih lanjut. Jumlah stunting di Magelang tahun 2017 mencapai 30 % dari total populasi anak Kabupaten Magelang, dan angka ini harus terus ditekan," ujarTim Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kabupaten Magelang, Andi Wibowo, Rabu (12/12/2019) dalam kegiatan Komitmen Wartawan Ramah Anak di Dinsos PPKB dan P3A Kabupaten Magelang.
Andi mengatakan, stunting adalah terhambatnya pertumbuhan anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan kekurangan stimulasi psikososial. Hal ini berpengaruh kepada pertumbuhan atau kondisi fisik dari anak.
Pemerintah Kabupaten Magelang pun berupaya mengatasi permasalahn tersebut. Salah satunya dengan menyiapkan program Kampung Anak Sejahtera untuk menekan jumlah stunting.
"Kami terus melakukan upaya-upaya menurunkan jumlah stunting dan yang sedang kita dorong adalah program Kampung Anak Sejahtera," katanya.
• 2.600 Kader Posyandu Bertekad Cegah Stunting
Lanjutnya, melalui program ini jumlah stunting bisa diturunkan.
Dua pendekatan dilakukan yakni pola asuh keluarga dan kesehatan.
Hal ini melihat penyebab stunting juga karena praktik pola asuh keluarga yang salah.
"Contoh pola asuh anak yang salah adalah, pemberian ASI ekslusif yang tidak maksimal. Kemudian praktik pernikahan usia anak-anak (dini) ternyata juga berpengaruh pada stunting," tutur Andi.
Andi mengatakan, kader posyandu sebagai salah satu ujung tombak diberi pengetahuan soal pencegahan stunting.
Puskesmas juga mengambil peran dalam menekan angka stunting.
Puskesmas sebagai fasilitas medis terdekat dengan masyarakat.
Meski demikian, dari 21 kecamatan, masih terdapat empat kecamatan di Kabupaten Magelang yang belum berkomitmen sebagai kecamatan layak anak yakni Kecamatan Dukun, Salaman, Mertoyudan dan Tempuran.
"Kami targetkan pada 2020 seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang harus berkomitmen untuk layak anak," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/komitmen-wartawan-ramah-anak.jpg)