Kota Magelang

LPMK Motor Penggerak Program Kota Magelang

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) merupakan motor penggerak jalannya program pemerintah di lapangan.

LPMK Motor Penggerak Program Kota Magelang
Dok Humas Pemkot Magelang
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, saat membuka kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Kelurahan di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, Selasa (10/12/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) merupakan motor penggerak jalannya program pemerintah di lapangan.

Lembaga yang diprakarsai oleh masyarakat ini dinilai sebagai mitra pemerintahan kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi.

"Kader-kader LPMK adalah motor saya di lapangan, program pemerintah kalau tidak digerakkan kader-kader pemberdayaan tidak akan jalan, tidak berhasil," ujar Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, saat membuka kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Kelurahan di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Magelang, Selasa (10/12/2019).

Wali Kota Magelang Ingatkan ASN Cegah Korupsi dari Diri Sendiri

Sigit meminta kepada para kader LPMK untuk berpikir cerdas dan visioner, mengingat Kota Magelang sangat minim sumber daya alam (SDA).

Kota Sejuta Bunga ini hanya mengandalkan pelayanan jasa yang bisa disuguhkan.

"Kota Magelang punya apa sih? SDA minim, sawah hampir habis, hutan tidak punya dan yang kita suguhkan adalah pelayanan jasa. Maka dari itu, kader harus bisa menangkap barangkali di tengah masyarakat ada aspirasi, sampaikan kepada saya," urainya.

Pada kegiatan itu, Sigit juga mengukuhkan para pengurus LPMK Kota Magelang 2019-2021.

Kepada pengurus baru, Sigit meminta mereka supaya memelihara dan melestarikan nilai-nilai kegotongroyongan dengan menumbuhkembangkan peran serta masyarakat secara optimal dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.

Kaum Ibu Kampanyekan Gaya Hidup Sehat pada Peringatan Hari Ibu di Kota Magelang

"Kebaikan pengurus lama dipertahankan. Tingkatkan partisipasi rakyat dalam pembangunan, jangan hanya di permukaan. Seperti saya canangkan jam belajar masyarakat harus ditegakkan. Kampung bebas narkoba juga jangan hanya seremonial," terang Sigit.

Sigit mengakui, tugas dan tantangan bagi kader pemberdayaan masyarakat tidaklah mudah.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved