Ketika Para Menteri Bersandiwara di Depan Presiden Jokowi, Erick Thohir Jadi Tukang Bakso

Bagaimana jadinya ketika para menteri adu akting di atas panggung dan di depan Presiden? Hal ini sungguh terjadi di Hari Antikorupsi.

www.instagram.com/jokowi
Para menteri berakting di depan Presiden Jokowi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagaimana jika para menteri yang biasanya tampak serius dan berwibawa di depan publik, tampil berakting ada yang jadi anak SMA, ada juga yang jadi tukang bakso? Di depan presiden pula.

Para menteri yang beradu akting di atas panggung, di hadapan Presiden Jokowi adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnutama.

Tiga menteri muda ini ditemani oleh dua komedian Indonesia, yaitu Bedu dan Sogi Indra Dhuaja.

Nadiem dan Sogi diceritakan adalah siswa Sekolah Menengan Atas (SMA) angkatan junior, sedangkan Wisnutama dan Bedu berperan sebagai siswa SMA senior.

Yang cukup tak terduga adalah peran Erick Thohir di drama ini sebagai tukang bakso, yang juga dipanggil Bang Thohir.

Drama berjudul "Prestasi Tanpa Korupsi" ini dipentaskan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2019.

Pementasan sederhana ini digelar di SMKN 57 Jakarta, turut pula dihadiri oleh perwakilan siswa, guru, dan juga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ikut menyaksikan.

Cerita yang diangkat pada pertunjukkan ini sederhana saja, yaitu ada seorang siswa (Sogi) yang berniat untuk menggunakan uang kas pentas seni untuk jajan semangkuk bakso.

Dia kemudian bersama seorang teman (Nadiem) memesan bakso pada Bang Thohir, namun Nadiem menolak jika mereka harus makan bakso menggunakan uang kas tersebut.

Bang Thohir juga menasihati Sogi agar tak menggunakan uang yang bukan milknya tersebut untuk jajan.

Seorang siswa hendak menggunakan uang pentas seni untuk jajan semangkuk bakso. Tapi ia bertemu penjual bakso yang bijak. Anak sekolah dinasehati untuk tak menyalahgunakan uang bersama kepentingan pribadi.

Selain itu, ada pula Bedu yang mengaku sebagai anak orang kaya dan mengklaim mudah untuk mencari kampus ternama menggunakan relasi ayahnya.

Sementara Wisnutama sibuk membolak-balik brosur kampus untuk bisa masuk ke universitas favorit dengan belajar giat.

Bang Thohir yang mendengar percakapan Bedu dan Wisnutama kemudian 'menyemprot' Bedu agar tak menggunakan jalur nepotisme semacam itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved