Sinopsis Film ‘Dark Waters’, Perjuangan Petani dan Pengacara Melawan Perusahaan Kimia
Jika saja Wilbur Tennant (diperankan Bill Camp) tak menginjakkan kaki di kantor firma hukum Rob Billot (Mark Ruffalo), mungkin perusahaan kimia DuPon
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
Selain itu, juga mulai terkuak bagaimana para pekerja perempuan di DuPont diberhentikan sepihak karena diduga sudah terpapar zat berbahaya C8.
Billot menemukan fakta bahwa sebagian besar karyawan perempuan yang hamil harus dipulangkan karena terindikasi terkena paparan C8.
Bagi bayi baru lahir, bisa saja paparan zat kimia C8 itu membuatnya terlahir cacat hanya memiliki satu hidung ataupun satu mata.
Meski pintar menutupi, DuPont sempat kewalahan juga menghadapi Billot.
Dengan teliti, Billot membaca satu-satu dokumen DuPont, dari tahun 1960 dan ia mulai memetakan bagaimana limbah berbahaya itu tidak dimusnahkan, melainkan ditanam atau dibuang ke sungai yang ada.
Film berjudul ‘Dark Waters’ itu memang berdasarkan kisah nyata. Perusahaan DuPont memang eksis begitupula dengan kisah-kisah yang tertuang di dalamnya.
Disutradarai Todd Haynes, cikal bakal ‘Dark Waters’ justru berasal dari artikel New York Times berjudul ‘The Lawyer Who Become DuPont’s Worst Nightmare’.
Dari artikel yang tayang tahun 2016 tersebut, penulis naskah Mario Correa, Matthew Michael dan Carnahan mulai menggodoknya hingga menjadi skrip yang handal.
Bisa dibilang, mereka berhasil menyajikan kisah Billot mengungkap pencemaran yang dilakukan DuPont dalam rentang waktu 125 menit saja.
Padahal, dalam kisah nyata, pencemaran lingkungan itu sudah terjadi sejak enam dekade lalu. Ketiganya mampu menampikan kisah 60 tahun lengkap dengan konflik antar karakter tanpa kehilangan esensi.
Penonton diajak untuk menyelami masa lalu Virginia Barat hingga tahun 1950-an melalui kisah Billot yang mulai menangani masalah itu sejak 1998. Tak hanya itu, di sini penonton diperlihatkan pertarungan David dan Goliath.
Dimana perusahaan kimia DuPont adalah sang raksasa yang gemar menindas masyarakatnya.
Mereka tamak dan menggadaikan hajat hidup manusia demi ratusan juta Dollar yang bisa mereka raup dari usaha penjualan teflon.
Sejumlah cara ditempuh DuPont agar masyarakat anteng. Mereka memahami, jika masyarakat dengan perut kenyang tak akan menuntut banyak.
Padahal bisa saja nyawa mereka meregang sewaktu-waktu akibat adanya pencemaran lingkungan yang tidak disadari.
Film ‘Dark Waters’ memiliki banyak tokoh yang akan menyampaikan penuturan mereka terkait kasus DuPont. Maka, penonton harus teliti dan mengikuti alur penceritaan betul-betul agar bisa nyambung.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/film-dark-waters-perjuangan-petani-dan-pengacara-melawan-perusahaan-kimia-raksasa-1.jpg)