Hati-hati, Makan Nasi Goreng Pakai Timun Ternyata Bisa Memicu Kanker

Selain kerupuk irisan timun menjadi makanan tambahan di nasi goreng. Namun menurut beberapa penelitian, konsumsi timun dengan nasi goreng berbahaya

Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
rachelcooksthai.com
Mengonsumsi nasi goreng dengan timun ternyata berbahaya bagi kesehatan 

Hati-hati, Makan Nasi Goreng Pakai Timun Ternyata Bisa Memicu Kanker

TRIBUNJOGJA.COM - Selain kerupuk irisan timun menjadi makanan tambahan di nasi goreng.

Timun digunakan sebagai garnis atau pemanis dekorasi makanan. Namun menurut beberapa penelitian, mengonsumsi timun setelah nasi goreng ternyata berbahaya untuk kesehatan.

Melansir dari Science Daily dari Tribunnews, peneliti di University of the Basque Country mengatakan, jika menggoreng nasi goreng dengan minyak yang berkali-kali dapat memicu kanker.

Penggunaan minyak untuk dipakai berkali kali dapat memicu munculnya zat aldehida pada nasi goreng.

Zat aldehida adalah senyawa beracun yang biasa ditemukan pada minyak berkualitas rendah dan dipakai berulang kali.

Jika mengonsumsi makanan yang mengandung zat aldehida lalu mengkonsumsi timun, terjadi proses kimiawi yang bisa menyebabkan radang tenggorokan.

Radang tersebut terjadi karena getah timun bercampur dengan senyawa aldehid. Zat aldehida dapat memicu neurodegenerative.

Neurodegenerative akan menjadi kanker yang berhubungan dengan saraf.

Tidak hanya di nasi goreng, memakan makanan yang dimasak minyak goreng berkali-kali juga mengandung zat aldehid.

Jenis minyak yang harus dihindari karena mengandung senyawa aldehi yaitu minyak dari biji bunga matahari dan minyak goreng curah yang punya kandungan lemak jenuh tinggi.

Supaya aman dari kandungan kanker, pakai minyak goreng sekali masak dan minyak goreng dari kelapa.

Berikut rekomendasi minyak sehat yang bisa dipakai untuk memasak, dikutip dari alodokter.com :

1. Minyak Kelapa

Minyak kelapas memiliki aroma yang nikmat dan taham lama. MInyak ini bisa dipakai untuk memanggang kue atau jenis makanan lain. Minyak kelapa mengandung 90 persen lemak jenuh, yang berisiko meningkatkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved