Bantul

Silbinas Sako SPN 2019 di Bantul Lahirkan 'Deklarasi Yogyakarta'

Isi deklarasi tersebut antara lain pencak silat menjadi olahraga wajib bagi setiap anggota Pramuka di seluruh penjuru Indonesia.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Suasana penutupan Silbinas Sako SPN 2019, di Bumi Perkemahan Dewa Ruci, Bantul, pada 24 November lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Silaturahmi Pembina Nasional Satuan Komunitas Nasional Sekawan Persada Nusantara (Silbinas Sako SPN) 2019 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Dewa Ruci, Gadingsari, Sanden, Bantul, resmi ditutup pada 24 November silam. 

Dari kegiatan itu, lahirlah sebuah komitmen dengan sebutan 'Deklarasi Yogyakarta'.

Wakil Ketua Kwarnas, Kingkin Suroso berujar, isi deklarasi tersebut antara lain pencak silat menjadi olahraga wajib bagi setiap anggota Pramuka di seluruh penjuru Indonesia.

Ribuan Kakak Pembina Pramuka Ikuti Kemah Silbinas Sako SPN 2019 di Bantul

Kemudian, yang ke dua, ajaran agama dan budaya dapat beriringan selagi itu tidak bertentangan dengan akidah.

Ke tiga, disusun buku saku enam tabiat luhur dalam Dasa Darma Pramuka.

Menurutnya, Pramuka sejati adalah mereka yang menjalankan Satya dan Darma dalam kehidupan sehari-hari. 

"Jadi, melalui Deklarasi Yogyakarta ini, kami berharap para kakak pembina yang hadir di sini, bisa memandu generasi muda, agar memiliki karakter profesional, serta religius," katanya, Rabu (27/11/19) siang.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, Silbinas diikuti 1.014 peserta dari 8 Sako Provinsi yang sudah diresmikan masing-masing Kwarda, yaitu Sakoda Lampung, Sakoda Jawa Barat, Sakoda DIY, Sakoda DKI Jakarta, Sakoda Sumatera Selatan, Sakoda Jawa tengah, Sakoda Sulawesi Tengah, hingga Sakoda Jawa Timur.

Pramuka Kulon Progo Deklarasi Antirokok

Selain itu, beberapa Sakoda yang masih didampingi provinsi untuk merintis pun ikut serta, seperti Banten, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Papua, Kalimantan Utara dan Jambi. 

Sementara Ketua Pinsako SPN Edwin Sumiroza mengatakan, dalam agenda perkemahan yang bergulir selama tiga hari tersebut, dilangsungkan pula sejumlah kegiatan sosial, yang wajib diikuti oleh kakak-kakak pembina dari berbagai belahan nusantara itu.

Di antaranya penanaman 241 pohon di halaman Bumi Perkemahan Dewa Ruci, serta penyerahan 2.200 bibit kepada warga sekitar.

UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja

Lalu, peserta Silbinas Sako SPN turut melakukan bersih-bersih pantai sebagai bagaian dari kampanye Indonesia Bebas Sampah 2025. 

Kemudian, kegiatan sosial lainnya adalah pelatihan keorangtuaan, atau parenting skill yang dilaksanakan di Masjid al Mu’minu, Murtigading, Sanden, Bantul.

Ya, selain diikuti peserta Silbilnas Sako SPN 2019, seminar tersebut juga melibatkan masyarakat di sekitar lokasi acara.

"Saya menyadari adanya dinamika yang luar biasa. Seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan kali ini, menjalani sebuah proses ya, untuk meningkatkan kapasitas masing masing," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved