Breaking News:

Sleman

Lewat DPD dan DPP PDIP, Politisi Muda Supriyanto 'Antok' Ajukan Diri Sebagai Calon Bupati Sleman

Supriyanto 'Antok' politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengajukan diri maju dalam pencalonan bursa pemilihan Bupati Slema

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
IST
Supriyanto (dua dari kanan) saat mendaftar di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Jl Tentara Rakyat Mataram No 28, Yogyakarta, Rabu (27/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Supriyanto 'Antok' politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengajukan diri maju dalam pencalonan bursa pemilihan Bupati Sleman 2020 mendatang.

Antok mengajukan diri melalui DPD PDIP DIY dan DPP PDIP.

Relawan Jokowi Tingkat Pusat ini mengajukan diri sebagai Calon Bupati Sleman di DPP PDI Perjuangan pada 18 November 2019, dan kini mendaftarkan diri juga di DPD PDIP DIY yang membuka kembali pendaftaran calon kepala daerah/wakil kepala daerah sejak 25 - 30 November 2019 sesuai instruksi DPP PDIP Nomor 918/IN/DPP/XI/2019 tanggal 21 November 2019.

"Sebelumnya saya mendaftar di DPC PDIP Sleman tanggal 17 September 2019 sebagai Calon Wakil Bupati Sleman karena menghormati pak Gatot Saptadi Sekda DIY yang namanya diusulkan jadi Calon Bupati oleh DPD PDIP DIY berdasarkan penjaringan di PAC Sleman. Tetapi setelah Pak Gatot mundur maka saya memperbaiki berkas pendaftaran di DPP menjadi Calon Bupati Sleman, karena tanggal 28 September DPC DPD sudah menyerahkan berkas ke DPP jadi proses selanjutnya di DPP semua sesuai mekanisme internal PDIP," ujar Antok sapaan akrab aktivis Gerakan Mahasiswa 98 di Yogyakarta ini, Rabu (27/11/2019).

Nama Cabup Sleman dari PDIP Berasal dari Birokrat

Dalam pandangannya, sosok Gatot Saptadi adalah birokrat yang memiliki kompetensi, jujur, tidak ambisius serta dapat diterima baik di PDIP.

"Jadi saya awalnya daftar wakil bupati karena tidak mau ada conflict of interest dengan DPD PDIP DIY yang sudah menjalin komunikasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam konteks ini, tetapi setelah pak Gatot mundur saya memutuskan untuk maju menjadi Calon Bupati Sleman, jadi bukan tidak konsisten tapi ada kondisi obyektif di Sleman yang membutuhkan pemimpin visioner untuk menjadikan Sleman Terdepan," tegasnya.

Menyoal pernyataan Ketua DPC PDIP Sleman, Koeswanto, yang menyatakan di media bahwa Supriyanto tidak direkomendasi DPC PDIP, hal tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan.

"Kewenangan Rekomendasi calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah itu adanya di DPP bukan DPC, jadi mungkin pak kus tidak bermaksud seperti itu, saya kenal baik pak Koes sejak masih PAC PDIP Godean Sleman, jadi tidak ada masalah, semuanya baik saja, ini soal intensitas komunikasi saja," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved