Breaking News:

Yogyakarta

Konversi Becak Motor Jadi Becak Kayuh Bertenaga Alternatif Dapat Lampu Hijau

Pemda DIY pun saat ini tengah mendiskusikan langkah selanjutnya untuk konversi becak motor menjadi becak kayuh dengan penguat tenaga alternatif.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub DIY, Hari Agus Triyono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan memberikan lampu hijau untuk pengembangan becak kayuh dengan tenaga alternatif semacam listrik di DIY.

Pemda DIY pun saat ini tengah mendiskusikan langkah selanjutnya untuk konversi becak motor menjadi becak kayuh dengan penguat tenaga alternatif.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub DIY, Hari Agus Triyono menjelaskan, surat keputusan ini bernomor AJ.005/3757/DJPD tentang becak kayuh dengan tenaga penguat alternatif.

Surat yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi ini tertanggal 9 November.

Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Jadi Berkah bagi Tukang Becak

“Kami baru menerima suratnya kurang lebih seminggu yang lalu. Intinya Surat Gubernur yang dilayangkan pada 26 Juli lalu terkait rekomendasi untuk becak kayuh dengan tenaga penguat alternatif disetujui. Nantinya akan ada konversi becak motor menjadi becak kayuh berpenguat tenaga alternatif,” ujar Agus usai beraudiensi dengan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) di gedung DPRD DIY, Selasa (26/11/2019).

Agus menambahkan,  ada beberapa persyaratan untuk menjamin keselamatan pengoperasian becak kayuh dengan tenaga penguat alternatif menggunakan motor listrik.

Kementrian Perhubungan menyarankan beberapa persyaratan teknis becak kayuh tersebut sesuai dengan standar hasil kajian Pusat Inovasi Otomotif UGM yang meliputi :

Untuk chassis dan body becak memiliki roda 3, dengan konfigurasi 2 roda pada bagian depan dan 1 roda pada bagian belakang, panjang becak secara keseluruhan tidak lebih dari 2.400 mm, lebar becak maksimal 1.300 mm, rasio panjang dan lebar becak tidak boleh kurang dari 2 meter, tinggi becak tidak lebih dari 1650 mm, becak harus di lengkapi atap (roof) yang dapat dilipat, kemudi harus mampu berputar ke kiri dan ke kanan minimal 45 derajat.

Tukang Becak Malioboro Berharap Pemda Bantu Soal Becak Listrik

Selain itu, diameter ban 28 inchi dan lebar ban 1,5 inchi, chassis tidak dimodifikasi sehingga akan memperlemah struktur chassis, body becak tidak dimodifikasi sehingga merubah bentuk becak listrik secara keseluruhan, tidak memasang komponen-komponen tambahan yang runcing dan dapat membahayakan penumpang dan orang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved