Jika Tak Ditangani, Influenza Pun Bisa Menyebabkan Kematian
Influenza merupakan penyakit saluran napas akut yang mudah menular dan virusnya telah menyebar ke seluruh dunia.
Asal tahu saja, flu sangat mudah menyebar.
Virus penyebabnya senang sekali berkeliaran ke segala arah, lewat cairan yang dikeluarkan penderita saat batuk dan bersin.
Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas ini biasanya berlangsung selama 3-5 hari.
Namun, bisa lebih lama bila kita tidak menjaga kondisi badan.
Menurut Prof Dr Iwan Darmansjah, Sp Fk, farmakolog dari FKUI seperti dikutip dari Kompas.com, obat flu dan pilek sebenarnya hanya perlu pengobatan sederhana.
Si sakit harus banyak istirahat, dan tak boleh banyak bicara.Olahraga sebaiknya dihentikan dulu.
Obat diperlukan sejauh untuk mengurangi pilek, batuk, panas, serta gejala lain yang berupa nyeri otot.
Obat flu perlu mengandung campuran obat demam (parasetamol, ibuprofen), komponen pilek (efedrin, pseudo-efedrin, atau fenilpropanolamin) untuk mengeringkan hidung, dan komponen obat batuk (dekstrometorfan atau noskapin).
Kalau menurut Journal of Health and Social Behavior, sejatinya flu bisa dicegah dengan vaksinasi.
Namun, tidak selamanya vaksinasi mampu menghadang virus flu.
Ini karena virus flu selalu bermutasi, membentuk versi baru yang lain dari generasi sebelumnya
Vaksinasi pada dasarnya hanya membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan dibutuhkan untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun, penderita asma, jantung atau penyakit ginjal, juga yang menderita flu sangat berat.
Vaksinasi juga sering dibutuhkan bila kita sedang berada di tempat lain, yang iklimnya berbeda sama sekali dengan wilayah tempat tinggal kita.
Misalnya, mereka yang naik haji butuh sekali suntikan vaksin flu.
Prof Iwan menegaskan, obat flu atau pilek tidak perlu diobati dengan antibiotik.
Virus flu tidak mempan antibiotik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ini-obat-flu-yang-disarankan-dokter.jpg)