Bakteri Baik Dalam Miss V Bisa Terancam Akibat Terlalu Sering Gunakan Pantyliner

Penggunaan pantyliner yang terlalu sering dan terus-menerus bisa menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock
Ilustrasi 

Mungkin Anda adalah salah satu wanita yang terbiasa menggunakan pantyliner (pembalut tipis) untuk menyiasati keputihan.

Tapi tahukah Anda, terlalu sering menggunakan pantyliner juga tidak baik bagi daerah kewanitaan.

Pasalnya di wilayah Miss V ini terdapat bakteri yakni lactobacillus, yang tergolong bakteri baik.

Bakteri ini membuat pH vagina lebih asam dan menjaga keseimbangan di daerah kewanitaan.

Nah penggunaan pantyliner yang terlalu sering, dapat mengganggu keberadaan bakteri tersebut.

Disampaikan Dokter Obsteri dan Ginekologi Konsultan Fetomental RSCM, Dr dr Ali Sungkar SP OG-KFM, penggunaan pantyliner secara rutin tidak begitu dianjurkan.

"Keputihan pada wanita itu normal, tapi memang bisa jadi abnormal karena berbagai hal. Tapi kalau dengan itu jadi pakai pantyliner terus-terusan juga tidak bagus," kata Ali dalam acara bertajuk Upaya Pencegahan dan Tatalaksana Anak Prematur Agar Tumbuh Kembang Optimal, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Apalagi, lanjut Ali, jika pantyliner dipakai seharian tanpa menggantinya dengan pantyliner baru.

Lantas apa pengaruhnya pantyliner bagi daerah V ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Ali menjelaskan bahwa sebenarnya daerah V juga membutuhkan bakteri.

"Pantyliner itu kan pelembap, jadi seperlunya aja kalau mau pakai. Tahu kan kalau luarnya itu plastik, sehingga buat orang nyaman karena enggak keluar (keputihan)," ujarnya.

Tetapi ternyata hal itu justru mempengaruhi organ V wanita, karena akan membuat organ V tersebut terus-terusan dalam keadaan lembap.

"Kalau dipakai lama jadinya kan lembab terus, tapi kalau sering-sering diganti atau juga seperlunya saja, akan ada pertukaran udara di situ," tuturnya.

Kelembapan yang terjadi di sekitar daerah V bisa menjadi tempat kuman jahat dapat tumbuh subur, yang bukan tidak mungkin dapat menjadi penyebab atau faktor risiko berbagai penyakit.

Mengenai berapa lama pemakaian pantyliner, kata Ali, hal itu tergantung kondisi orang yang bersangkutan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved