Breaking News:

Tribun Wiki

TRIBUNNEWSWIKI: Filosofi Jalan Malioboro yang Belum Banyak Orang Tahu

Meski saat ini Malioboro begitu termashyur menjadi kawasan wisata, apakah banyak yang memahami bahwa Jalan Malioboro ini memiliki makna filosofis teru

TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Jalan Malioboro 

TRIBUNJOGJAWIKI.COM, YOGYA - Siapa yang tak mengenal Jalan Malioboro yang moncer sebagai kawasan pariwisata di Yogyakarta.

Bahkan banyak anggapan menyebut belum ke Yogyakarta kalau belum ke Malioboro.

Meski saat ini Malioboro begitu termashyur menjadi kawasan wisata, apakah banyak yang memahami bahwa Jalan Malioboro ini memiliki makna filosofis terutama bagi masyarakat Yogyakarta maupun Keraton Nyayogyakarta Hadiningrat?

Dikutip Tribunjogjawiki.com dari buku profil berjudul 'Yogyakarta City of Philosophy' yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan DIY disebutkan makna etimologi dari Jalan Malioboro adalah 'Jadilah Wali yang Mengembara'.

Pemkot Kaji Malioboro Semi Pedestrian Penuh Awal 2020

Maksud dari filosofi ini adalah sebuah gambaran dimana makna ini adalah salah satu tahapan yang harus dilalui oleh manusia di dunia.

"Maliabara (Malioboro -red) berasal dari kata Malia yang berarti Jadilah Wali. Bara yang berasal dari kata Ngumbara (Mengembara). Jadi makna Maliabara secara etimologis adalah Jadilah Wali yang Mengembara," demikiann tertulis dalam buku tersebut.

Filosofi ini merupakan lanjutan dari jalan yang membentang sebelumnya dari arah utara ke selatan yakni Jalan Marga Utama.

Jalan yang membentang dari arah Tugu Pal Putih ke selatan ini merupakan filosofi tahapan yang harus dilalui oleh manusia di dunia.

Jalan Malioboro merupakan tahapan kedua yang harus dilalui oleh manusia setelah sebelumnya digambarkan dalam Jalan Marga Utomo di sisi utara sebagai tahapan awal.

"Setelah memilih jalan keutamaan (Marga Utama), hendaklah ikuti ajaran wali dan jadilah wali dengan menyebarkan ajaran para wali, sebagaimana pengembara yang berjalan untuk menerangi kehidupan umat manusia," lanjut penjelasan dalam buku tersebut.

TRIBUNNEWS WIKI : Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja

Jalan Malioboro sendiri membentang mulai dari perbatasan rel kereta api yang ada di Stasiun Tugu Yogyakarta menuju ke selatan hingga perempatan pecinan Malioboro atau Toko Batik Terang Bulan.

Tak hanya sampai disitu, tahapan manusia di dunia masih dilanjutkan dengan adanya Jalan Marga Mulya yang berada di selatan Jalan Malioboro.

Maknanya ialah Jalan Kemuliaan. Sehingga ketiga jalan yang membentang dari Tugu Pal Putih ke selatan (Jalan Marga Utama, Jalan Malioboro dan Jalan Marga Mulya) memiliki makna bahwa setelah menemukan keutamaan hidup dan mengajarkan kebaikan menurut ajaran wali maka akan diperoleh jalan kemuliaan.

Namun dari ketiga jalan ini, ada satu hal yang identik yakni ditanamnya vegetasi pohon Gayam dan Pohon Asem Jawa di sepanjang pinggir jalan ketiganya yang memiliki makna Ayom (mengayomi) dan Nengsemake (menawan).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved