Bantul
Bantul Masih Kekeringan, BPBD Pakai Dana Tak Terduga Rp 40 Juta untuk Air Bersih
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul saat ini menggunakan dana tak terduga (DTT) sebesar Rp 40 juta untuk bantuan air bersih.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pada awal musim penghujan, beberapa daerah masih mengalami kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul saat ini menggunakan dana tak terduga (DTT) sebesar Rp 40 juta untuk bantuan air bersih.
"Dana untuk kekeringan sudah habis. Tetapi kemarin kita minta dana tambahan, dari dana tak terduga Rp 40 juta. Untuk mengcover bantuan air bersih untuk warga yang masih membutuhkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto, saat ditemui Tribunjogja.com, Sabtu (23/11/2019).
• Masuki Awal Musim Hujan, BPBD Bantul Waspadai Angin Kencang dan Rekahan Tanah
Dwi menjelaskan, awal musim penghujan saat ini, sebenarnya merupakan waktu di mana sumber mata air sedang mengalami kekeringan parah, karena hujan turun belum rutin.
Sehingga warga di beberapa daerah di Bantul masih kesulitan air bersih.
"Status kita sekarang masih tanggap darurat kekeringan," terang dia.
Di Bumi Projotamansari, daerah yang masih membutuhkan bantuan air bersih, menurut Dwi, jumlahnya masih banyak.
• UNBOXING KULINER: Snack Hits Super Ekonomis di Jogja
Tersebar di daerah kawasan perbukitan, antara lain Desa Srimartani, Wukirsari hingga Srimulyo.
Daerah tersebut, menurutnya, hingga saat ini masih terus di diroping air bersih secara bergilir.
"Kita masih terus droping air secara bergilir. Sampai nanti hujan secara rutin turun di Bantul," kata dia. (TRIBUNJOGJA.COM)