Kota Yogya

PPMAY Minta PKL Ditata Sebelum Malioboro Jadi Semi Pedestrian Penuh

PPMAY Minta Pedagang Kaki Lima Ditata Sebelum Malioboro Jadi Semi Pedestrian Penuh

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Sejumlah pengurus PPMAY saat beraudiensi di Kantor Dispar Kota Yogyakarta mengenai penataan PKL di kawasan Malioboro, Kamis (21/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -- Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) merasa resah dengan kebijakan Malioboro semi pedestrian yang rencananya bakal diterapkan secara penuh pada 2020 mendatang.

Sebanyak 200 an pelaku yang tergabung dalam organisasi itu usaha mengaku, selama ini area pejalan kaki di kawasan tersebut justru malah disesaki oleh para PKL yang seharusnya ditata terlebih dahulu.

"Lahan di depan toko, milik toko justru disesaki PKL yang jumlahnya lima kali lipat dari jumlah toko.

PKL bahkan juga mengajak keluarga 3-5 orang untuk membantu jualan yang membuat lorong pejalan kaki makin sesak," kata Wakil Ketua I PPMAY Sodikin dikutip dari keterangannya, Kamis (21/11/2019).

Pihaknya memandang, penataan para PKL terlebih dahulu lebih baik agar kondisi dan juga pemandangan di sekitar Malioboro tidak semrawut dan lebih tertata.

PPMAY Keluhkan Omzet Menurun Akibat Semi Pedestrian Malioboro

Dengan begitu, omzet dan pengunjung yang akan melewati jalur tersebut semakin baik.

Koordinator PPMAY, Karyanto Yudomulyono meminta Pemda DIY dan Pemkot untuk melibatkan pihaknya dalam setiap kebijakan di Jalan Malioboro dan juga A Yani.

Pasalnya, ada sekira 10.000 orang di antaranya para pemilik toko dan juga para karyawan yang menggantungkan hidupnya di kawasan Malioboro dan A Yani.

"Setiap ada keramaian, kesenian, pawai di kawasan Malioboro justru pengusaha menangis karena toko sepi, yang banjir rezeki justru malah PKL karena masuk segmennya," tegas Sadana. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved