Pendidikan

Sistem Pendidikan di Denmark dan Finlandia Jadi Rujukan Bangsa Lain

Denmark merupakan satu dari beberapa contoh negara di Eropa yang memiliki perhatian besar pada lingkungan hidup melalui pembangunan berkelanjutan.

Sistem Pendidikan di Denmark dan Finlandia Jadi Rujukan Bangsa Lain
istimewa
Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini dan ASEAN, Rasmus A Kristensen (kanan) dan Dekan Fakultas Fisipol UGM Prof Dr Erwan Purwanto (kiri) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini dan ASEAN, Rasmus A Kristensen menyampaikan kuliah umum dihadapan mahasiswa program studi Hubungan Internasional Fisipol UGM.

Dekan Fakultas Fisipol UGM Prof Dr Erwan Purwanto mengatakan kegiatan kuliah umum ini rutin dilakukan dengan mengundang para duta besar untuk memberi pengetahuan dan wawasan soal isu hubungan kerja sama internasional.

“Memang kita punya kegiatan rutin mengundang Dubes dari negara sahabat yang ada di Indonesia maupun dubes Indonesia di negara sahabat, kebetulan ada apabila mereka ada di Indonesia, kita undang berbagi pengetahuan dengan pada adik mahasiswa,” kata Erwan dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Selasa (19/11/2019).

UGM dan Kagama Jalin Kerja Sama dengan Kabupaten Kampar untuk Penguatan Pembangunan Daerah

Dalam pemaparan kuliah umum Ambassadorial Lecture, Dubes Denmark ini menyampaikan perkembangan hubungan baik antara Denmark dan Indonesia serta berbagai macam isu dan persoalan yang menjadi perhatian bersama dari kedua negara.

“Ia mengajak mahasiswa memikirkan persolan tersebut,” kata Erwan.

Beberapa isu yang menonjol dari kedua negara, kata Erwan adalah soal lingkungan hidup dan pendidikan.

Menurut Erwan, Denmark merupakan satu dari beberapa contoh negara di Eropa yang memiliki perhatian besar pada lingkungan hidup melalui pembangunan berkelanjutan.

Lalu sistem pendidikan di Denmark saat ini menjadi rujukan dari berbagai negara termasuk Indonesia.

“Negara-negara-negara Skandinavia seperti Denmark dan Finlandia, sistem pendidikannya dicontoh negara lain,” ungkapnya.

7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja

Selain mengaitkan sistem pendidikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, konsep pendidikan di dua di negara tersebut menurut Erwan mengkombinasikan antara kegiatan belajar dan bermain.

”Pendidikan mereka mendorong belajar itu tidak menegangkan, belahar dan bermain menjadi satu kegiatan sehingga anak-anak di pendidikan dasar menegah lebih produktif, berbeda dengan yang kita lakukan, anak didik kita merasa tegang saat masuk kelas pendidikan,” kata Erwan.

Kegiatan kuliah umum dengan mengundang para Dubes ini kata Erwan akan terus dilaksankan untuk mengajak mahasiswa memiliki perhatian terhadap berbagai isu internasional dan bisa berpikir kritis.

“Kita harapkan mahasiswa bisa kreatif menyelesaikan persolan yang menjadi isu global,” tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved