Perhatikan, Jika Tanda Ini Muncul, Maka Anda Tinggal Selangkah Lagi Menderita Diabetes

Tahukah kamu bahwa penyakit diabetes itu tidak muncul secara tiba-tiba. Melainkan dihasilkan dari sebuah proses panjang gaya hidup yang tidak sehat.

Perhatikan, Jika Tanda Ini Muncul, Maka Anda Tinggal Selangkah Lagi Menderita Diabetes
ilustrasi 

Tahukah kamu bahwa penyakit diabetes itu tidak muncul secara tiba-tiba. Melainkan dihasilkan dari sebuah proses panjang gaya hidup yang tidak sehat.

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, tetapi tubuh akan memberikan peringatan berupa kadar gula darah di atas normal yang disebut dengan pradiabetes.

Diagnoptics diabetes menggunakan AGE Reader
Diagnoptics diabetes menggunakan AGE Reader (IST/MedGadget)

Kadar gula darah puasa di atas normal, yaitu antara 100 mg/dL sampai 125 mg/dL, merupakan tanda utama seseorang berada di fase pradiabetes. Jika gaya hidup tidak diubah lebih sehat, risiko untuk menjadi diabetes sangat besar.

Cegah Kebutaan, Penderita Diabetes Disarankan Periksa Mata Secara Berkala

dr Dicky Levenus Taharapy, SpPD, menerangkan bahwa jika seseorang berada di fase pradiabetes, maka ia tidak akan mengalami gejala gangguan kesehatan. Padahal, di dalam tubuhnya sudah terjadi kerusakan.

“Sudah terjadi penumpukan kerak di pembuluh darah, mulai hipertensi, dan sebagainya. Tapi, tidak ada gejala yang mengganggu,” kata Dicky di sela acara Hari Diabetes Dunia yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Novo Nordisk di Universitas Yarsi Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Ia menjelaskan, sekitar 30 persen penduduk Indonesia mengalami pradiabetes.

15 Manfaat Minum Kopi Hitam : Tak Hanya Usir Kantuk, Bisa Juga untuk Bakar Lemak dan Cegah Diabetes

Tanpa perubahan gaya hidup, terutama pola makan dan menambah aktivitas fisik, sekitar 25 persen pradiabetes akan menjadi diabetes.

Perubahan pola makan bisa dimulai dengan membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

Sementara itu, olahraga harus dilakukan minimal 15 menit setiap hari.

"Perubahan gaya hidup terbukti bisa menurunkan risiko diabetes sampai 25 persen, bandingkan dengan obat yang hanya 10 sampai 15 persen," katanya.

Halaman
12
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved