Bisnis

Pemda DIY dan BPD DIY Luncurkan Platform Pembinaan KUKM

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya dari sisi pembiayaan melainkan melalui simulasi bisnis yang melibatkan kelompok non formal dan formal.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama direksi BPD DIY saat meluncurkan Platform Pembinaan KUKM di Hotel Sahid, Senin (11/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY bersama BPD DIY meluncurkan Platform Pembinaan KUKM (Koperasi, Usaha Kecil Menengah), di Hotel Sahid Yogyakarta, Senin (11/11/2019).

Launching tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang secara simbolis melakukan pemindaian barcode tanda diluncurkannya platform tersebut.

Direktur Utama BPD DIY ,Santoso Rohmad mengatakan bahwa adanya kerjasama ini memperkuat sinergitas yabg terbangun sejak lama.

Ia menjelaskan bahwa ini merupakan komitmen BPD DIY dengan Dinas Koperasi dan UMKM DIY untuk serius dalam membina UMKM.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Kami ingin UMKM di Yogyakarta bisa tumbuh bahkan bersaing. Bisa all out karena ke depan Yogya menjadi destinasi wisata yang bisa menghasilkan. Maka UMKM diperkuat, semua lini diperkuat. Kalau begitu pertumbuhan ekonomi bisa ditindaklanjuti dengan tumbuhnya usaha baru," terangnya, di sela-sela acara.

Santoso mengatakan bahwa pihaknya membina UMKM dengan Mitra Si Bakul Beringharjo.

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya dari sisi pembiayaan melainkan melalui simulasi bisnis yang melibatkan kelompok non formal dan formal.

"Kami latih pengelolaan keuangan, packaging, kualitas dagang, dan kapan berhubungan dengan bank. Fasilitas apa yang harus digunakan termasuk mobile banking, QR code, dan sebagainya. Kita siapkan UMKM untuk masa depan," tambahnya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa UMKM memiliki peranan besar dalam penyerapan tenaga kerja serta berkaitan dengan produk domestik bruto (PDB).

Ia menyebut pada 2018, jumlah UMKM di DIY mencapai 259.581 yang terdiri dari 141.991 usaha mikro, 64.896 usaha kecil, dan 39.196 usaha menengah.

Pemda DIY dan AP 1 Buka Ruang untuk UMKM di YIA

"Kami menemukan fakta bahwa proporsi usaha mikro lebih besar dari UKM, belum ada data yang rinci, pemeringkatan penilaian koperasi belum menyasar seluruh koperasi, SDM koperasi belum tersertifikasi semua, kompetensi dan pembinaann UMKM dan koperasi belum terdokumentasi dengan baik," bebernya.

Berbagai masalah tersebut, dijelaskan Aji, ditangani Dinas Koperasi UMKM DIY dengan membuat Si Bakul Beringharjo yang merupakan model sistem pembinaan peningkatan kapasitas yang twpat dan efektif serta sesuai kebutuhan.

"Relevan dengan era industri 4.0 yang mengarah ke digitalisasi," ucapnya.

Aji menjelaskan bahwa tahapan yang dilakukan di antaranya menyusun indikator clustering pemeringkatan, melaksanakan clustering UMKM tahap pertama, menyusun kurikulum UMKM level usaha, branding logo dan single Si Bakul Beringharjo, dan menjalin kerjasama dengan BPD DIY yakni kartu literasi UMKM Beringharjo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved