Peringati Hari Pahlawan, Benteng Vredeburg Ajak Ribuan Pecinta Onthel Jelajah Museum

Peringati Hari Pahlawan, Benteng Vredeburg Ajak Ribuan Pecinta Onthel Jelajah Museum di Kota Yogyakarta

Tayang:
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho
Pelepasan peserta Jelajah Sepeda Wisata Sejarah dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, yang diinisiasi oleh Benteng Vredeburg dan komunitas dan paguyuban sepeda onthel berbarengan acara Jogja Republik Onthel (JRO di Bentent Vredeburg, Minggu (10/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, Benteng Vredeburg menggelar 'Jelajah Sepeda Wisata Sejarah', Minggu (10/11/2019).

Dimulai dari titik start Benteng Vredeburg, ribuan pesepeda dari berbagai daerah ambil bagian dalam acara yang berbarengan dengan hajat onthel yakni Jogja Republik Onthel (JRO) kedua yang juga dilaksanakan di lokasi yang sama.

Agus Sulistya Koordinator Penyusunan Rencana Program Anggaran dan Pelaporan Museum Benteng Vredeburg menjelaskan peserta jelajah sejarah ini akan melintasi dan melihat sejumlah wisata dan situs sejarah menarik di Yogyakarta.

Di antaranya melalui Museum Dewantara Kirti Griya Tamansiswa, Situs Warungboto, Museum Mandala Bakti Wanitatama, Tugu Pal Putih, dan Kembali ke Benteng Vredeburg.

" Selain bersepeda peserta juga akan belajar sejarah.

Mereka melewati situs sejarah di Yogyakarta. Sejarah kita harapkan bisa dicintai layaknya sepeda onthel oleh mereka," paparnya saat ditemui di lokasi.

Jogja Republik Onthel 2019, Mengembalikan Budaya Bersepeda di Yogyakarta

Peserta gowes ini diperkirakan menempuh jarah 16-18 kilometer atau satu hingga dua jam tempuh.

Dipilihnya medium sepeda onthel, jelas Agus tak lain sebagai program edutainment yang mana menggugah semangat masyarakat untuk mencintai sejarah dan museum dengan cara yang menghibur dan menarik.

Pelepasan peserta Jelajah Sepeda Wisata Sejarah dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, yang diinisiasi oleh Benteng Vredeburg dan komunitas dan paguyuban sepeda onthel berbarengan acara Jogja Republik Onthel (JRO di Bentent Vredeburg, Minggu (10/11/2019).
Pelepasan peserta Jelajah Sepeda Wisata Sejarah dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, yang diinisiasi oleh Benteng Vredeburg dan komunitas dan paguyuban sepeda onthel berbarengan acara Jogja Republik Onthel (JRO di Bentent Vredeburg, Minggu (10/11/2019). (Tribun Jogja/Wahyu Setiawan Nugroho)

Agus menjelaskan dipilihnya sepeda onthel sebagai acara jelajah museum tak lain keduanya memiliki makna filosofi yang identik.

Sepeda Onthel ini ia ibaratkan sesuatu yang hampir punah namun saat ini terus untuk disenangi hingga memiliki sebuah komunitas yang besar, hal ini ia ibaratkan layaknya museum yang mana menyajikan masa lalu yang patut untuk terus dihargai untuk masa depan dan sekarang agar terus abadi dan memiliki penggemar sejarah atau museum yang besar.

"Jadi museum itu peduli masa lalu merawat, mengingat, memaknai masa lalu untuk diambil nilainya dan diterapkan ke masa yang akan datang demikian juga kita menyenangi sepeda onthel,

makanya generasi muda sayangilah sejarah atau museum seperti menyenangi onthel ini," paparnya.

Komunitas Sepeda Onthel ROC +Motorcycle Beri Bantuan Air Bersih Bagi Warga Kekeringan di Bantul

Gowes bareng masyarakat, paguyuban pecinta museum serta komunitas onthel ini merupakan satu rangkaian dengan acara Jogja Republik Onthel yang kedua yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran sepeda tua, pasar onthel, sarasehan sepeda onthel, penghargaan legenda pesepeda, dan parade sepeda Onthel serta acara menarik lainnya.

"Kita harap kegiatan ini bisa mewujudkan minat bersepeda dan menginspirasi masyarakat luas bahwa bersepeda bisa untuk tujuan apa saja, kesehatan,

hobi dan menyenangi tempat bersejarah, kita mengajak anak muda untuk berkunjung ke museum, situs dan tempat bersejarah dan menyenangi sejarah," tutupnya.

Presiden Jogja Republik Onthel (JRO) Muntowil mendukung penuh agenda gowes onthel dengan berkeliling situs sejarah bersama Benteng Vredeburg ini.

Baginya kegiatan semacam ini merupakan sebuah pengukuhan bahwa sepeda onthel menjadi sebuah budaya di Yogyakarta seperti halnya sejarah yang juga melekat pada Yogyakarta.

"Kita ingin mengembalikan Kota Yogyakarta ini menjadi ikon Kota Sepeda sekaligus kota yang sarat sejarah," paparnya.(Tribunjogja/Wahyu Setiawan Nugroho)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved