Siswa Korban Klitih
Korelasi Orangtua, Sekolah dan Masyarakat Dapat Cegah Klitih
Perlu adanya korelasi orangtua, guru dan masyarakat dalam mencegah aksi klitih.
Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pencegahan terhadap tindak kejahatan penganiayaan oleh pelajar selama ini sudah dilaksanakan Polda DIY.
"Walaupun demikian dukungan dari berbagai pihak, masih dibutuhkan untuk mengurangi tindak kejahatan," kata Direktur Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Rudi Heru Susanto, Sabtu (9/11/2019).
Menurutnya perlu adanya korelasi orangtua, guru dan masyarakat dalam mencegah aksi klitih.
"Jika di sekolah, guru memang menjadi orang yang bertanggung jawab atas murid. Namun jika sudah diluar sekolah, orangtua dan masyarakat yang mempunyai peranan untuk mengawasi anak-anaknya dalam bergaul," tuturnya.
• Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau
Lanjutnya, jika pihak sekolah mengetahui bahwa ada gank atau kelompok lebih baik untuk dibubarkan jika arahnya negatif.
Selain itu, orangtua lebih baik melakukan pengawasan dan terus memantau apa yang dilakukan anaknya.
Dengan kata lain lebih memperhatikan anaknya.
"Misalnya menanyakan kegiatan yang diikuti, juga mencari tahu siapa teman-teman yang diajak bergaul oleh anak-anaknya. Terlebih jika anak-anaknya pulang larut," tuturnya.
"Jika perlu malah dilarang jika memang yang dilakukan anaknya dirasa menyimpang. Namun jika yang dilakukan itu bersifat positif tetap harus didukung," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/korelasi-orangtua-sekolah-dan-masyarakat-dapat-cegah-klitih.jpg)