Bisnis
Berangkat dari Nol, Ini Kisah Sukses Pemilik Pamella Supermarket
Ketekunannya didukung dengan situasi perekonomian yang meski krisis, namun memberikan keuntungan lebih baginya.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA,COM, YOGYA - Siapa yang tak familiar mendengar Pamella Swalayan.
Toko moderen berjejaring yang saat ini memiliki sembilan cabang tersebut dirintis dari bawah oleh pasangan suami istri, yakni Almarhum Sunardi Syahuri dan Noor Liesnani Pamella.
Pada acara yang digelar di Kantor BI Perwakilan DIY belum lama ini, Noor menceritakan perjuangannya dalam memulai bisnis.
Bermodalkan uang Rp 250 ribu pada 1975, ia dan suami memulai usahanya tersebut.
• Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau
Bantuan tanah dari orangtuanya dan bangunan dari mertua, membuat Warung Pamella yang dikelola ia dan sang suami mulai buka pada saat itu.
"Lalu pada 1978, dengan berbagai pertimbangan, kami mulai merekrut karyawan," ujarnya.
Ketekunannya didukung dengan situasi perekonomian yang meski krisis, namun memberikan keuntungan lebih baginya.
Anak pertama dari empat bersaudara ini menceritakan bahwa pada 1978 terjadi krisis sehingga pemerintah mengeluarkan Kebijakan Nopember atau KNOP yang menyebabkan harga emas melambung tinggi dari Rp 2.500 menjadi Rp 6 ribu per gram.
"Dari penjualan emas, saya hitung bisa buat ongkos haji berdua. Alhamdulillah. Saat itu yang bisa naik haji adalah orang-orang yang sudah di atas semua, kami saat itu baru anak kemarin sore," kenangnya.
Noor Liesnani mengatakan omzet awal Pamella dalam sehari adalah Rp 3.335.
• Dari Kirab Ampyang Hingga Gerebeg Maulid, Inilah Tradisi Memperingati Maulid Nabi di Berbagai Daerah
Ia pun menyisihkan pemasukannya tersebut atas saran dari suami.
Sebesar Rp 50 ia masukkan ke dalam kaleng hingga akhirnya terkumpul dan bisa membeli seekor kambing untuk hewan kurban pertamanya.
"Setelah itu omzet semakin naik menjadi Rp 75 ribu- Rp 100 ribu. Setiap tiga bulan saya belikan emas. Itu yang akhirnya bisa membiayai kami berdua untuk naik haji," urainya.
Saat ini, Pamella Supermarket menjual tak kurang dari 80.000 macam barang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berangkat-dari-nol-ini-kisah-sukses-pemilik-pamella-supermarket.jpg)